Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
Reading: Potensi Menggiurkan Usaha Ternak Sapi hingga Ayam Pedaging di Jateng
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
© 2025 Bacaaja.co
Ekonomi

Potensi Menggiurkan Usaha Ternak Sapi hingga Ayam Pedaging di Jateng

Kalau ngomongin daging, Jawa Tengah ternyata bukan pemain kelas dua. Angkanya gila-gilaan, bikin Jateng nangkring di papan atas produksi daging Indonesia.

T. Budianto
Last updated: September 28, 2025 1:08 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Jawa Tengah punya modal besar di dunia peternakan. Produksi daging di provinsi ini tembus jadi salah satu yang tertinggi di Indonesia. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut, produksi daging sapi di Jateng pada 2024 mencapai 83.275,69 ton.

Angka ini bikin Jateng jadi penyumbang ketiga terbesar nasional, setelah Jawa Timur 96.907,31 ton dan Jawa Barat 85.241,70 ton. Tak cuma sapi. Produksi daging domba di Jateng juga kuat. Tahun 2024, angkanya 6.511,88 ton, tertinggi kedua setelah Jawa Barat 19.115,50 ton. Jatim ada di posisi ketiga dengan 4.642,38 ton.

Untuk daging kambing, Jateng masuk posisi kedua. Total produksinya 11.596,90 ton. Masih di bawah Jawa Timur yang tembus 18.489,46 ton, tapi jauh di atas Jawa Barat yang hanya 4.750,95 ton. Dari sisi unggas, potensi Jateng juga luar biasa. Produksi ayam pedaging di 2024 mencapai 759.511,565 ton. Hanya kalah dari Jawa Barat 857.576,784 ton, tapi jauh mengungguli Jawa Timur 510.176,960 ton.

Jika dikalkulasi, Jateng menempati urutan kedua sebagai provinsi dengan produksi daging tertinggi, baik daging sapi, domba, kambing, maupun ayam pedaging. Rinciannya, produksi berbagai jenis dading di Jateng  mencapai 860.896,035 ton. Angka ini hanya kalah dari Jawa Barat yang menyumbang 966.684,934 ton, tapi jauh di atas Jawa Timur dengan 630.216,11 ton.

Angka-angka itu jelas menunjukkan Jateng bukan sekadar lumbung padi. Di sektor peternakan pun, provinsi ini jadi tumpuan pangan nasional. Dengan posisi strategis itu, peluang usaha di peternakan makin terbuka. Dari sapi, kambing, domba, sampai ayam pedaging, semuanya punya pasar besar.

Apalagi, tren konsumsi protein hewani di Indonesia terus naik. Artinya, permintaan daging ke depan bakal semakin tinggi. Buat anak muda yang pengin terjun ke dunia usaha, peternakan bisa jadi pilihan. Modalnya memang tak kecil, tapi prospeknya panjang. Kalau dikelola profesional, usaha ternak bisa jadi mesin cuan sekaligus ikut jaga ketahanan pangan nasional.

Swasembada Pangan

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Jateng, Supriyanto, bilang akan terus menggenjot produksi daging hasil ternak. Dikatakan Supriyanto, menjaga kesehatan hewan penting dalam upaya menunjang target swasembada pangan daging dari sektor peternakan. Apalagi, Jateng telah menjadi wilayah terbesar kedua penyumbang daging nasional.

Selain dari kesehatan hewan, kata Supriyanto, teknologi pembenihan juga penting dalam menunjang produksi hewan ternak yang berkualitas. Sejauh ini Pemprov Jateng telah memiliki Balai Inseminasi Buatan (BIB). Di sana menjadi tempat penyimpanan benih (sperma) dari pejantan unggulan yang dibekukan.

“Dari sana biasa digunakan untuk menyuntik hewan ternak betina agar hamil. Teknologi reproduksi ini diluar proses kawin alami,” ucapnya. Sebagai contoh, Jateng punya bibit kambing unggulan salah satunya Kambing Kaligesing dari Kabupaten Purworejo. Tingginya bisa mencapau 80 cm, dan menjadi andalan untuk kontes kambing.

Jenis unggulan lain yakni Domba Batur dari Kabupaten Banjarnegara. Di mana memiliki bulu yang tidak terlalu tebal, justru dagingnya yang banyak. (bae)

You Might Also Like

Nggak Jadi Pakai Jembatan, Jalur Semarang-Purwodadi Langsung Dicor

Sambut Arus Mudik, Perbaikan Jalan Dideadline Rampung H-10 Lebaran

Dorong Ekonomi Lokal, Pansus RPJMD Serap Masukan dari Kota Pekalongan

4 Kandidat Driver Bus Profesional JIDS LPK Hiro-LPK Kamisora Disambut Langsung Sacho Osaka Bus Jepang

Jateng Masih Basah Sampai Tengah Februari

TAGGED:pemprov jatengpeternakan jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Terapi Cuci Darah Makin Canggih, Kini Racun di Tubuh Bisa Lebih Optimal Dibersihkan
Next Article Presiden Prabowo Subianto diwawancara wartawan saat menghadiri acara di SRMA 10 Margaguna, Jakarta Selatan, Kamis (11/9/2025). Keras! Istana Cabut Kartu Liputan Reporter CNN Gara-gara Nanya Soal MBG ke Presiden

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

PSIS vs Persipal, Laga Hidup Mati di Jatidiri

Cabai Nempel di Lidah, Cerita Lama Jadi Kebiasaan Baru

Haji 2026 Hampir Matang, Pemerintah Janji Layanan Makin Ngena

Banjir Semarang, Dosen Unwahas Sentil Pengembang Perumahan Nakal

Dari Sampah Jadi Listrik: Pemprov, Pemkot Semarang dan Pemkab Kendal Teken PKS

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ekonomi

Pertamina Guyur Sembilan Juta Tabung Elpiji di Jateng dan DIY

Maret 16, 2026
Daerah

Jalan Semarang-Godong Rampung Diperbaiki

Maret 13, 2026
Ekonomi

Lebaran, DPRD Jateng: Waktunya UMKM “Gaspol” Jualan

Maret 15, 2026
Info

18,3 Persen Anak di Jateng Alami Pelecehan di Internet

Maret 26, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Potensi Menggiurkan Usaha Ternak Sapi hingga Ayam Pedaging di Jateng
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?