BACAAJA, JAKARTA- Penghargaan prestisius ini diserahkan langsung oleh Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, kepada perwakilan Pemerintah Kota Semarang. Pencapaian ini jadi bukti nyata kalau Pemkot Semarang nggak cuma jago ngomong soal digitalisasi, tapi benar-benar sudah eksekusi dengan baik di tata kelola pemerintahan.
Dalam sambutannya, Nezar Patria menjelaskan bahwa GM-DTGI hadir untuk memacu pemerintah daerah biar makin adaptif terhadap perkembangan teknologi. “Transformasi digital bukan hanya modernisasi, tapi langkah konkret meningkatkan kualitas layanan publik yang lebih transparan, efektif, dan efisien,” ujarnya di Jakarta, Kamis (18/9).
Capaian ini pun dapat apresiasi luas. Kota Semarang dinilai sukses menghadirkan inovasi digital yang langsung terasa manfaatnya buat masyarakat. Mulai dari layanan publik yang makin gampang diakses sampai tata kelola pemerintahan yang makin responsif.
Role Model
Dengan prestasi ini, Pemkot Semarang diproyeksikan bisa jadi role model buat daerah lain. Lebih dari itu, langkah ini juga memperkuat upaya Indonesia dalam mewujudkan transformasi digital nasional.
Prestasi ini bukan kali pertama lho bagi Kota Semarang terkait GM-DTGI. Pada 2024, Kota Semarang dinobatkan sebagai Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota Terbaik di Provinsi Jawa Tengah untuk tata kelola transformasi digital. Kota Semarang dinilai dari keberhasilannya dalam mengintegrasikan berbagai aplikasi digital untuk pelayanan publik.
Beberapa inovasi yang dikembangkan adalah Sapa Mbak Ita (wali kota saat itu), Semarang Virtual Assistant (Savira), serta aplikasi Pantau Sampah, Banjir, dan Rob. Kota Semarang juga memperoleh nilai sempurna di tiga dari tujuh pilar penilaian, yaitu Tata Kelola dan Kepemimpinan, Ekosistem Digital, serta Desain Platform Berpusat pada Pengguna. (*)


