BACAAJA, CILACAP – Upaya pencarian korban longsor di Majenang kembali bergerak setelah tim SAR gabungan menemukan titik terang di hari ketiga operasi. Sejak pagi, kawasan Desa Cibeunying yang tertimbun material tanah masih ramai oleh suara alat berat dan teriakan komando para petugas yang terus bekerja tanpa jeda.
Lokasi longsor memang tidak mudah dijangkau, apalagi setelah hujan beberapa hari membuat tanah semakin labil. Meski begitu, tim gabungan tetap melaju tanpa banyak menunda waktu, sebab keluarga korban terus menunggu kabar terbaru dari garis aman pencarian.
Pergerakan alat berat sudah terlihat sejak matahari naik, menandai dimulainya proses pembukaan sektor pencarian. Tim kemudian membagi tugas di beberapa titik prioritas untuk mempercepat kemungkinan menemukan korban yang masih tertimbun material.
Di tengah suasana penuh harap itu, sekitar pukul sepuluh lewat sedikit, tim menemukan titik pertama yang mengarah pada seorang anak berusia enam tahun bernama Muhamad Hafiz. Jenazah kecil itu ditemukan dalam kondisi tertimbun material cukup tebal dan langsung dievakuasi dengan penuh kehati-hatian.
Tak lama berselang, temuan kedua kembali menggerakkan seluruh proses pencarian. Seorang perempuan bernama Nurisnaini ditemukan sekitar pukul 10.44 WIB. Situasi di lokasi sempat hening ketika proses evakuasi berlangsung, menandakan betapa besarnya duka yang menyelimuti wilayah tersebut.
Sektor pencarian kembali ramai ketika korban ketiga, Asmanto, berhasil ditemukan menjelang siang. Korban berusia lanjut ini menjadi penemuan terakhir untuk sesi pagi sebelum tim melakukan pengaturan ulang jalur aman pencarian.
Kepala Kantor Basarnas Cilacap, M Abdullah, menyebutkan bahwa proses evakuasi dilakukan dengan dukungan alat berat karena banyaknya material longsoran yang menimbun area tersebut. Setiap pergerakan alat pun diawasi ketat agar tidak memperburuk kondisi medan.
Setelah semua jenazah di sektor itu berhasil diangkat, ambulans langsung membawa para korban menuju RSUD Majenang untuk proses identifikasi lebih lanjut. Pihak kepolisian dan petugas rumah sakit sudah bersiap menyambut kedatangan tim sejak pagi.
Di sisi lain, tim SAR gabungan dari BPBD, Basarnas, TNI, Polri, hingga relawan desa terus mengatur langkah untuk melanjutkan pencarian. Setiap elemen bekerja dalam koordinasi yang intens agar tak ada area yang terlewat dari pemindaian.
Untuk mempercepat proses pencarian, sembilan anjing pelacak diturunkan ke sejumlah titik yang dinilai potensial. Kehadiran K9 ini sangat membantu petugas menemukan potensi keberadaan korban yang tidak terlihat dari permukaan.
Selain itu, sembilan alat berat juga digerakkan secara bergantian demi membuka jalan dan mengangkat material dengan volume besar. Cuaca yang berubah-ubah tetap menjadi tantangan, namun tim enggan berhenti selama kondisi masih memungkinkan.
Medan yang licin dan tebing-tebing labil membuat proses pencarian harus berlangsung ekstra hati-hati. Setiap langkah teknis harus dihitung matang, sebab risiko longsor susulan masih mungkin terjadi di area sekitar.
Harapan keluarga korban tetap menjadi motivasi kuat bagi seluruh tim yang bertugas. Banyak warga terlihat berkumpul di area aman pencarian sambil terus memantau perkembangan terbaru.
Longsor yang menghantam Desa Cibeunying ini memang meninggalkan luka mendalam bagi masyarakat. Banyak rumah tertimbun, akses jalan terputus, dan sejumlah keluarga kehilangan anggota tercintanya dalam hitungan menit.
Pemerintah daerah saat ini terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan kebutuhan para penyintas terpenuhi. Posko darurat juga didirikan tidak jauh dari lokasi untuk menampung warga yang harus meninggalkan rumahnya.
Di posko tersebut, kebutuhan dasar seperti logistik, air bersih, obat-obatan, hingga layanan kesehatan mulai disalurkan secara bertahap. Sejumlah relawan juga terus datang dari berbagai wilayah untuk membantu penyintas dan mendukung tim pencarian.
Meski suasana duka masih menyelimuti desa itu, semangat warga untuk bertahan tetap terlihat jelas. Mereka saling membantu membersihkan area yang aman sambil menunggu upaya lanjutan dari pihak berwenang.
Hingga siang hari, tim SAR kembali berkumpul untuk evaluasi sementara. Dari seluruh upaya yang dilakukan sejak pagi, total enam korban berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Sementara itu, jumlah korban yang masih dalam pencarian tercatat sebanyak tujuh belas orang. Data ini terus diperbarui setiap kali ada perkembangan baru dari lapangan.
Para petugas juga mulai memetakan kembali titik-titik yang dinilai paling berpotensi menjadi lokasi tertimbunnya korban. Proses ini dilakukan dengan mempertimbangkan kontur medan dan laporan warga sekitar.
Sektor pencarian akan terus diperluas selama kondisi cuaca dan keamanan masih memungkinkan. Semua tim yang terlibat sepakat bahwa proses pencarian hari ini tidak berhenti sampai ada kepastian yang bisa disampaikan kepada keluarga korban.
Meski hari mulai merambat sore, suasana lapangan tidak tampak surut. Tim masih bekerja, bergantian, memastikan tidak ada celah yang terlewat dari pemantauan mereka.
Bagi masyarakat Majenang, bencana ini menjadi pengingat betapa rentannya wilayah mereka terhadap curah hujan tinggi dan struktur tanah yang mudah bergeser. Banyak warga berharap ada langkah mitigasi lebih serius ke depan setelah masa darurat berakhir.
Untuk sementara, fokus utama tetap pada pencarian korban yang belum ditemukan. Selama masih ada kemungkinan, tim SAR gabungan akan terus melakukan pendalaman di berbagai sektor yang sudah ditetapkan.
Upaya tak kenal lelah dari petugas dan relawan ini membuat masyarakat setempat merasa sedikit lebih tenang di tengah situasi berat. Mereka percaya bahwa setiap upaya pencarian dilakukan dengan sepenuh tenaga.
Di akhir operasi siang ini, tim kembali menegaskan komitmennya untuk melanjutkan pencarian hingga seluruh daftar korban hilang terkonfirmasi. Proses ini diperkirakan akan terus berlanjut dalam beberapa hari ke depan, menunggu kondisi lapangan yang lebih aman. (*)


