BACAAJA, JAKARTA – Baterai di mobil listrik sering bikin calon pembeli mikir dua kali, soalnya harganya bisa bikin kaget—bahkan bisa nyentuh setengah harga mobil kalau sampai harus ganti. Wajar kalau banyak yang waswas soal usia pakainya. Tapi ternyata, nggak seseram itu, kok.
Beberapa pabrikan sekarang malah ngasih garansi panjang banget buat baterainya. Ada yang delapan tahun, ada juga yang seumur hidup khusus buat pemilik pertama. Wahyu Tri, Service Advisor Chery Solo bilang garansi selama itu jadi bukti kalau baterai mobil listrik sebenarnya punya daya tahan panjang. Jadi, kekhawatiran gampang rusak itu bisa dibilang lebay.
Rasyid, Sales Consultant Chery Solo, juga nyeritain hal serupa. Konsumennya pengguna Chery J6 yang suka bepergian keluar kota plus rutin fast charging selama setahun, ternyata penurunan kesehatan baterainya cuma dua persen. Kalau ngecasnya lebih santai pakai wall charger di rumah, umur baterai bisa makin panjang.
But uh-oh, ada PR penting soal kebiasaan ngecas. Jayan Sentanuhady, Dosen Teknik Mesin UGM, ngingetin kalau cara ngecas sangat berpengaruh pada keawetan baterai. Baterai itu nggak suka panas, jadi ngecas pakai arus besar terus-terusan bisa bikin kesehatan baterai menurun lebih cepat. Fast charging boleh, tapi jangan dijadiin kebiasaan harian.
Jayan juga bilang baterai itu umurnya bukan dihitung dari tahun, tapi dari siklus. Kebanyakan baterai mobil listrik punya sekitar 5.000 siklus pengisian penuh. Artinya, makin sering ngecas penuh, makin cepat umur siklusnya kepakai.
Makanya, strategi terbaik biar baterai awet adalah ngecas ketika level baterai udah sekitar 10–20 persen. Selain bikin siklusnya lebih efisien, ini juga ngurangin frekuensi ngecas berlebihan.
Intinya, teknologi baterai mobil listrik udah makin matang. Dengan kebiasaan yang tepat, baterai bisa tahan lama dan nggak jadi momok lagi buat para calon pemilik. Mobil listrik jadi lebih ramah dompet, ramah lingkungan, dan tentu saja lebih tenang dipakai jarak jauh. (*)


