BACAAJA, SIDOARJO- Laga pekan ke-20 Championship Liga 2 2025/2026 jadi malam yang pahit buat Deltras FC Sidoarjo. Menjamu PSIS Semarang, Minggu, (22/2/2026), The Lobster harus mengakui keunggulan tim tamu dengan skor tipis 0-1.
Satu-satunya gol lahir dari kaki striker asal Brasil, Rafinha, lewat titik putih di menit ke-26. Penalti itu jadi momen krusial. Eksekusinya keras, akurat, dan nggak bisa dibendung kiper Deltras, Panggih Sambodo.
Gol tersebut jadi yang kedua buat Rafinha musim ini bersama Laskar Mahesa Jenar. Striker yang musim lalu jadi top skor bersama PSIM Yogyakarta itu lagi-lagi membuktikan: kalau dikasih ruang sedikit saja, dia bisa bikin rusuh papan skor.
Baca juga: Mahesa Jenar Tetap Bidik Tiga Poin
Kalau lihat statistik, sebenarnya duel ini cukup berimbang. Penguasaan bola 50:50. Bahkan Deltras lebih agresif dalam urusan tembak-menembak. Deltras: 12 tembakan, 5 on target (akurasi 41,6 persen) berbanding 5 tembakan, 4 on target (akurasi 80 persen) milik PSIS.
Bedanya? Efektivitas. PSIS nggak banyak gaya. Sedikit peluang, tapi presisi. Deltras? Rajin nembak, tapi kurang nancep. Awal laga berjalan dengan tempo tinggi. PSIS tampil pede meski main tandang. Lalu datanglah momen di menit ke-26.
Pelanggaran di kotak terlarang. Wasit tanpa ragu menunjuk titik putih. Rafinha maju. Eksekusi tenang tapi keras. Skor berubah 0-1. Dan itu cukup untuk mengubah arah pertandingan.
All Out
Masuk babak kedua, Deltras yang dilatih Widodo C. Putro langsung all out. Serangan demi serangan dibangun. Beberapa peluang emas tercipta. Tapi di bawah mistar PSIS ada Mario Londok yang tampil sigap. Refleksnya bikin frustrasi lini depan tuan rumah. Gawang PSIS tetap “perawan” sampai peluit panjang berbunyi.
Pelatih PSIS, Andri Ramawi, menyebut kemenangan ini sebagai momentum penting untuk memutus rekor buruk. Maklum, di dua pertemuan sebelumnya, PSIS selalu kalah dari Deltras, 2-0 di Sidoarjo dan 3-0 di Semarang. Kali ini, hutang itu lunas.
Sementara itu, perwakilan pemain PSIS, Rafinha, menegaskan bahwa hasil positif ini bukan sekadar keberuntungan. “Tiga poin ini sangat penting. Saya bangga dengan kerja keras tim hari ini,” pungkas pahlawan kemenangan PSIS tersebut.
Baca juga: Empat Pemain PSIS Masuk Ruang Perawatan
Kekalahan ini memperpanjang tren negatif Deltras di putaran ketiga. Sebelumnya mereka juga tumbang 1-3 dari PSS Sleman. Kini Deltras tertahan di posisi enam klasemen sementara Grup 2 dengan 33 poin dari 20 laga.
Sementara PSIS? Tiga poin ini jadi napas tambahan. Laskar Mahesa Jenar kini mengoleksi 15 poin dan duduk di posisi sembilan. Masih jauh dari kata nyaman, tapi setidaknya ada harapan menjauh dari zona degradasi. Masih ada tujuh laga tersisa. Perjuangan belum selesai.
Dan malam itu di Stadion Delta Sidoarjo, kita belajar satu hal sederhana. Dalam sepak bola, bukan soal siapa yang paling sering nembak. Tapi siapa yang paling jarang buang-buang kesempatan. (tebe)


