BACAAJA, BALIKPAPAN- Datang ke Balikpapan bukan buat healing. Skuad Mahesa Jenar mendarat dengan satu misi: curi tiga poin. Posisi sembilan di klasemen Grup Timur Pegadaian Championship 2025/2026 dengan 15 poin jelas belum aman. Sekali tergelincir, bisa makin tenggelam di zona playoff degradasi.
Pelatih PSIS, Andri Ramawi bilang, anak-anaknya siap tempur. Official training sudah dilahap, fisik oke, mental dijaga. Modalnya? Kemenangan tandang di pekan ke-20 saat lawan Deltras FC. Lumayan buat naikin trust issue jadi trust the process.
Baca juga: Tiga Poin Harga Mati, PSIS Janji All Out di Batakan
Tapi Andri nggak mau anak asuhnya kebanyakan percaya diri. “Confident itu perlu, tapi jangan over,” kurang lebih begitu pesannya. Soalnya, Persiba bukan tim yang bisa diremehkan.
Meski dua laga terakhir mereka kurang maksimal, main di kandang sendiri bikin tim berjuluk “Selicin Minyak” beda aura. Agresif, cepat, dan didorong ribuan suporter Batakan yang suaranya bisa bikin lutut goyang.
Secara taktik, Mahesa Jenar fokus beresin build up dan cara keluar dari tekanan. Main di kandang lawan jelas bukan cuma soal teknik, tapi juga mental baja. Disiplin jadi harga mati.
Siapkan Bonus
Nah, biar makin semangat, manajemen PSIS udah siapin bonus gede kalau bisa bawa pulang tiga poin. Presiden klub Datu Nova Fatmawati lewat Asisten Manajer Moch Reza Handhika kasih bocoran: bonusnya spesial. Nominalnya? Masih dirahasiakan.
Tapi vibe-nya cukup buat bikin pemain tampil spartan. Artinya jelas: ini bukan cuma soal taktik dan strategi, tapi juga soal motivasi level dewa.
Di sisi lain, Persiba juga nggak santai. Di bawah komando Leonard Tupamahu, mereka cuma punya waktu persiapan tiga hari. Tapi bukan alasan buat kendor. Jarak satu poin dari PSIS bikin situasi makin panas. Persiba juga lagi ngejar posisi lebih aman di klasemen, bahkan masih punya misi memangkas jarak dari Persiku Kudus di atasnya.
Baca juga: Manajemen PSIS Siapkan Bonus Kemenangan
Bermain di Batakan dengan dukungan penuh suporter, Persiba diprediksi bakal langsung tancap gas sejak menit awal. Tekanan? Pasti ada. Tapi justru itu yang bikin laga ini berasa hidup-mati.
Kalau ditarik garis besar, ini bukan cuma duel strategi. Ini duel mental, gengsi, dan nasib musim depan. Yang satu datang dengan bonus misterius dan misi keluar dari zona merah.
Yang satu lagi main di rumah sendiri dengan harga diri yang nggak bisa ditawar.
Dan pada akhirnya, di laga seperti ini, kadang bukan soal siapa yang paling pede. Tapi siapa yang paling tahan tekanan. Karena di Batakan nanti malam, yang kalah bukan cuma kehilangan tiga poin. Bisa jadi, kehilangan harapan. (tebe)


