BACAAJA, YOGYAKARTA – Ada agenda musik seru pekan ini di Jogja. Perhelatan pertama YAYAYA FEST 2026 bakal menggelar konser musik inklusif dan ramah lingkungan di Stadion Kridosono, Minggu (25/10/2026).
Festival musik nirlaba ini menggabungkan hiburan, pop culture, aksi donasi, dan gerakan lingkungan dalam satu ruang publik. Tujuannya, mengajak generasi muda dan masyarakat Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta bersenang-senang sekaligus memberikan dampak positif bagi sesama.
Deretan musisi lintas genre pun siap meramaikan panggung. Ada Maliq & D’Essentials, Lomba Sihir, Rebellion Rose, Guyon Waton, hingga Jumat Gombrong.
Kombinasi jazz, indie-pop, punk-rock, pop Jawa, dan hip hop ini diharapkan bisa menyatukan penonton dengan selera musik yang berbeda.
Inisiator YAYAYA FEST, Yashinta, mengatakan keberagaman masyarakat Yogyakarta menjadi salah satu alasan festival ini dirancang dengan penampil dari berbagai genre.
“YAYAYA FEST sengaja kami buat untuk merangkum jajaran penampil lintas genre untuk mengakomodasi berbagai preferensi musik warga,” ujar Yashinta.
Tiket Mulai Donasi Rp20 Ribu, 100 Persen Disalurkan
Hal yang bikin YAYAYA FEST berbeda adalah konsep donasinya. Pengunjung bisa mendapatkan tiket melalui situs resmi yayayafest.id dengan ketentuan donasi minimal Rp20.000 per orang.
Yashinta menegaskan, seluruh uang donasi tiket akan disalurkan untuk mendukung empat program sosial dan lingkungan yang digagas komunitas di DIY.
“Uang pembelian tiket yang teman-teman serahkan kepada YAYAYA FEST akan 100% disalurkan untuk empat proyek sosial dan lingkungan,” tegasnya.
Ia juga memastikan biaya penyelenggaraan festival dikelola secara terpisah dan tidak mengambil dana dari donasi pengunjung.
Empat program yang akan menerima dukungan donasi tersebut meliputi:
- SIGAB: Pembuatan toilet portabel yang ramah bagi penyandang disabilitas.
- Yayasan Sadar Belajar: Aktivasi EduTrack dan program Pendidikan Keliling.
- PKBI: Skrining IVA dan kanker serviks di lima titik yang tersebar di lima kabupaten/kota.
- KOPHI: Penanaman mangrove di kawasan pesisir Temon, Kulonprogo.
Lewat program tersebut, pengunjung tidak hanya menikmati konser, tetapi juga ikut berkontribusi terhadap aksesibilitas, pendidikan, kesehatan, dan pelestarian lingkungan.
Konser Ramah Difabel, Sampah Juga Jadi Perhatian
Nggak cuma soal donasi, YAYAYA FEST juga berupaya membuat pengalaman konser lebih inklusif bagi penyandang disabilitas.
Sejumlah fasilitas yang disiapkan meliputi pemandu mobilitas, elevated platform atau platform yang ditinggikan, toilet difabel, serta juru bahasa isyarat (JBI).
Dampak lingkungan juga menjadi perhatian. Panitia akan bekerja sama dengan komunitas Sibhumiasri untuk melakukan pemilahan dan pengolahan sampah secara berkelanjutan.
Selain itu, jejak karbon pengunjung akan dimitigasi melalui penanaman mangrove di pesisir Kulonprogo.
Yashinta berharap festival ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk berinteraksi, menikmati musik, sekaligus memperkuat kepedulian terhadap kelompok difabel dan lingkungan.
“Yuk, bapak-ibu, mas-mbak, warga DIY sekalian, datang ke YAYAYA FEST di Stadion Kridosono pada hari Minggu besok. Kita bersama-sama sing along sambil bergotong royong,” ajaknya.
YAYAYA FEST 2026 mendapat dukungan dari PT Pertamina, PT Semen Indonesia Tbk (SIG), serta berbagai pihak lainnya.
Dengan menggabungkan musik, donasi, aksesibilitas, dan gerakan lingkungan, YAYAYA FEST ingin membuktikan bahwa konser bisa menjadi lebih dari sekadar hiburan: ada ruang untuk bersenang-senang sekaligus melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat. (*)

