BACAJA, SEMARANG- Libur panjang Lebaran 2026 jadi berkah buat sektor pariwisata di Jateng. Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disbudparekraf) Jateng mencatat lonjakan kunjungan wisatawan selama periode H-7 hingga H+4 Lebaran.
Kepala Disbudparekraf Jateng, Hanung Triyono menyebut, total kunjungan mencapai 687.470 wisatawan. Angka ini naik 5,25 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang tercatat 653.178 kunjungan.
Artinya, meski kondisi cuaca nggak selalu bersahabat, minat warga buat jalan-jalan tetap tinggi. Dari sembilan destinasi utama yang dipantau, kawasan Kota Lama Semarang jadi juaranya. Total pengunjung di spot ini tembus 222.856 orang. Disusul Masjid Agung Demak dengan 124.363 pengunjung, dan Candi Prambanan sebanyak 94.858 wisatawan.
Baca juga: Enam Juta Orang Siap “Nyemut” di Tempat Wisata Jateng
Selain tiga tempat itu, destinasi lain yang juga ramai antara lain Candi Borobudur, Owabong Purbalingga, Baturraden Banyumas, Guci Tegal, Pantai Menganti Kebumen, hingga Makam Sunan Kalijaga di Demak.
Menariknya, tren wisata juga mulai berubah. Kalau dulu wisata alam jadi primadona, sekarang wisata urban dan spot ikonik justru lebih diburu. Alasannya simpel: lebih “instagramable”. “Wisatawan sekarang cari pengalaman visual yang kuat,” kira-kira begitu gambaran tren yang terjadi.
Visual Tourism
Fenomena ini dikenal sebagai visual tourism, di mana orang datang ke tempat wisata bukan cuma buat refreshing, tapi juga berburu foto estetik buat konten media sosial.
Lonjakan pengunjung sendiri mulai terasa sejak H-1 Lebaran, dan mencapai puncaknya di H+2. Ini menunjukkan kalau libur setelah Lebaran masih jadi waktu favorit buat jalan-jalan.
Selain tren gaya liburan, faktor cuaca juga ikut ngaruh. Beberapa wilayah pegunungan yang cuacanya kurang bersahabat bikin wisatawan beralih ke destinasi kota yang lebih aman dan nyaman.
Baca juga: Pariwisata Jateng Naik Level, Komisi VII Kasih Standing Applause
Ke depan, pengelola wisata di Jateng dituntut makin kreatif. Nggak cukup cuma punya tempat bagus, tapi juga harus punya “experience” dan visual yang kuat, terutama buat menarik generasi muda.
Sekarang liburan tuh bukan lagi “yang penting jalan”, tapi “yang penting foto dulu baru jalan”. Jadi jangan heran kalau tempat wisata penuh, soalnya yang dicari bukan cuma suasana, tapi juga feed Instagram yang makin kece. (tebe)


