BACAAJA, SEMARANG -Kurma selalu jadi “pemain utama” di meja berbuka. Tapi lucunya, masih banyak yang asal simpan. Padahal kalau caranya keliru, kurma bisa cepat berubah rasa, lembek aneh, bahkan berjamur.
Biar stok aman sampai Lebaran, ada beberapa hal simpel yang wajib kamu tahu.
Kenali dulu jenisnya, jangan asal taruh
Menurut Chef Fahad Fuad dan Chef Noldy Herling, langkah pertama sebelum simpan kurma itu kenali dulu tipenya. Soalnya tiap jenis beda karakter.
Beberapa yang sering ditemui:
–Kurma Ajwa dan Kurma Medjool
Ini masuk kategori kurma kering. Daya tahannya paling juara. Disimpan benar, bisa awet lebih dari setahun.
–Kurma Sukari dan Kurma Tunisia (sering disebut turnish)
Teksturnya lebih lembap alias basah. Tipe ini lebih sensitif, gampang berjamur kalau cuma ditaruh di suhu ruang.
Ada juga kurma setengah matang. Biasanya cuma kuat sekitar seminggu di kulkas. Jadi jangan beli kebanyakan kalau nggak siap simpan dengan benar.
Wadahnya harus proper, jangan kardusan
Simpan kurma di wadah bersih dan tertutup rapat. Bisa pakai kotak plastik food grade atau kantong kedap udara. Tujuannya biar kelembapan stabil dan nggak terkontaminasi.
Hindari simpan di kardus, apalagi kalau masuk kulkas. Kardus bisa jadi sarang bakteri dan bikin kualitas turun. Kalau mau taruh di suhu ruang, kamu bisa tambahin sedikit madu asli buat bantu daya tahannya.
Cari tempat adem, jauh dari matahari
Kurma paling aman disimpan di tempat sejuk dan kering. Jangan kena sinar matahari langsung atau ditaruh di area lembap. Jamur itu senangnya tempat hangat dan lembap—jadi jangan kasih kesempatan.
Kulkas? Yes, itu pilihan aman
Kalau mau lebih tenang, simpan di kulkas.
–Kurma kering: 3–6 bulan aman di suhu ruang, lebih dari setahun kalau di kulkas.
–Kurma basah: di suhu ruang bisa berjamur dalam 3 hari. Di chiller tahan sampai sebulan. Di freezer? Bisa sampai 6 bulan.
Kalau mau stok banyak buat Ramadan, freezer adalah sahabat terbaikmu. Tinggal simpan di wadah kedap udara. Saat mau dimakan, keluarkan beberapa jam sebelumnya sampai teksturnya balik lembut.
Jangan campur sama bawang dan teman-temannya
Kurma gampang banget nyerap aroma sekitar. Jadi jangan simpan bareng bawang, rempah kuat, atau bahan berbau tajam lain. Nanti rasanya bisa aneh dan nggak fresh lagi.
Cek kedaluwarsa, jangan cuma lihat luarnya
Kalau beli kemasan, cek tanggal kedaluwarsanya. Kalau beli di pasar, tanya langsung ke penjual. Kurma yang sudah lewat masa simpannya kadang nggak berbau busuk, tapi bisa ada kutu kecil di dalamnya. Nggak kelihatan dari luar, tapi bikin ilfeel.
Intinya, kurma itu bukan cuma menu pembuka puasa, tapi bagian dari vibe Ramadan itu sendiri. Kalau disimpan dengan benar, rasanya tetap manis alami, teksturnya enak, dan kamu nggak perlu panik soal stok.
Biar momen buka puasa tetap hangat, kurmanya juga harus dalam kondisi terbaik. (*)


