BACAAJA, SEMARANG – Penumpang selamat dalam kecelakaan bus maut di Semarang, ngasih kesaksian mengejutkan. Ternyata, di jalan yang menurun dan menikung tajam, bus nggak melambat.
“Di Krapyak kan jalannya menurun, tapi seolah-olah tidak ada perlambatan,” kata Setiyadi saat berada di RS Tugu, Senin (22/12/2025).
Lelaki berusia 66 tahun ini terus mengingat-ingat. Dia mengaku nggak pernah tidur selama di perjalanan. Jadi dia yakin apa yang dirasakan dini hari tadi.
Bacaaja: Polisi Tes Urine Sopir Bus Maut Po Cahaya Trans, Kapolda Jateng Bilang Begini
Bacaaja: Fakta Baru Kecelakaan Bus di Tol Krapyak: Pengemudi Sopir Cadangan, Korban Jadi 16 Orang
“Perasaan saya nggak ada pengeremen. Jadi tambah kenceng itu loh, padahal jalan turun,” imbuhnya.
Habis jalan menurun ada belokan. Nah, di situ lah kekacauan makin menjadi. Bus oleng, menabrak pembatas jalan, dan terguling.
Begitu terguling, Setiyadi terlempar keluar bus. Dia beruntung masih bisa selamat, meski mengalami luka di wajah dan kaki akibat pecahan kaca.
Setiyadi naik bus Bogor untuk tujuan pulang ke Boyolali. Nggak nyangka ternyata hari nahas datang tiba-tiba.
Kecelakaan maut ini terjadi di ruas Tol Krapyak KM 420-200, Senin (22/12/2025) dini hari. Bus Mercedes Benz bernopol B 7201 IV mengalami kecelakaan tunggal di Simpang Susun Krapyak.
Peristiwa tersebut menewaskan 16 penumpang dan membuat belasan lainnya luka-luka. Hingga kini, polisi masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan tersebut.
Sebelumnya diberitakan, telah terjadi kecelakaan tunggal yang dialami bus PO Cahaya Trans pada Selasa dini hari pukul 00.45 WIB. Kecelakaan terjadi di Simpang Susun Krapyak Jalan Tol Dalam Kota Semarang.
Peristiwa tersebut mengakibatkan 16 penumpang meninggal dunia dan 17 dirawat karena mengalami luka-luka.
Seluruh korban tewas saat ini dalam proses pemulasaraan jenazah dan identifikasi oleh Tim DVI Biddokkes Polda Jawa Tengah di kamar jenazah RSUD Kariadi Kota Semarang.
Sedangkan 17 korban luka dirawat di tiga rumah sakit berbeda yaitu RS Tugu, RS Colombia, dan RS Elisabeth Semarang.
“Kami turut berduka cita atas meninggalnya korban dalam peristiwa kecelakaan tersebut, peristiwa ini menjadi keprihatinan bersama.” ujar Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ribut Hari Wibowo.
Ia menyampaikan bahwa berdasarkan informasi yang dihimpun dari petugas di lapangan, kecelakaan tersebut merupakan kecelakaan lalu lintas tunggal.
Dari hasil pengecekan awal, pengemudi bus merupakan pengemudi cadangan dan dalam kondisi selamat. (bae)

