BACAAJA, GRESIK – Program Makan Bergizi Gratis kembali jadi sorotan setelah menu tak biasa muncul di beberapa sekolah di Gresik. Sembilan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi mendadak dihentikan sementara operasionalnya. Keputusan itu diambil oleh Badan Gizi Nasional setelah menu kelapa utuh diberikan kepada siswa.
Kebijakan suspend ini diumumkan langsung oleh Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang. Ia menilai langkah pengelola SPPG yang tetap menyajikan kelapa utuh dianggap mengabaikan polemik yang sebelumnya sempat ramai diperbincangkan publik. Padahal isu serupa pernah terjadi di beberapa daerah lain.
Menurut Nanik, polemik tersebut seharusnya menjadi pelajaran bagi pengelola dapur program MBG. Pengelola diminta lebih cermat menentukan menu yang akan dibagikan kepada penerima manfaat. Apalagi program ini menyasar anak-anak sekolah yang membutuhkan standar gizi jelas.
Penjelasan bahwa menu kelapa utuh diberikan karena permintaan siswa tidak dianggap sebagai alasan yang kuat. BGN menegaskan setiap mitra program tetap harus mengikuti pedoman resmi. Standar menu sudah disusun agar kualitas gizi tetap terjaga.
Karena itu, sembilan SPPG di Gresik langsung dihentikan operasionalnya untuk sementara waktu. Penghentian ini dilakukan sambil menunggu proses evaluasi internal. Tujuannya agar kejadian serupa tidak kembali terulang di daerah lain.
Selain penghentian operasional, tindakan disiplin juga diberikan kepada pimpinan dapur program. Nanik menyebut kepala SPPG yang terlibat akan mendapat sanksi administratif. Bentuknya bisa berupa surat peringatan pertama atau rotasi jabatan.
BGN menilai pimpinan SPPG seharusnya peka terhadap isu yang berkembang di masyarakat. Apalagi perdebatan soal menu kelapa utuh sebelumnya sudah ramai dibahas publik. Jika tetap terjadi, berarti ada kelalaian dalam pengawasan.
Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah II BGN, Albertus Dony Dewantoro, menjelaskan penghentian operasional dimulai sejak 14 Maret 2026. Selama masa evaluasi, aktivitas dapur program di lokasi tersebut tidak berjalan. Tim pengawas juga turun untuk menelusuri proses penyusunan menu.
Sembilan SPPG yang dihentikan berada di sejumlah kecamatan di Gresik. Lokasinya antara lain di wilayah Sidayu, Dukun, Ujungpangkah, hingga Balongpanggang. Semua titik tersebut sebelumnya menjadi dapur penyedia menu program MBG.
Beberapa lokasi yang masuk daftar evaluasi di antaranya Sidayu Ngawen, Sidayu Wadeng, serta Dukun Wonokerto. Ada juga dapur program di Dukun Lowayu dan Sembungan Kidul yang ikut dihentikan sementara. Selain itu, SPPG di Tebuwung, Glatik, Pucung, dan Sidomulyo juga masuk daftar yang sama.
BGN kembali mengingatkan seluruh pengelola dapur program di berbagai daerah agar lebih teliti. Penentuan menu tidak boleh asal mengikuti permintaan penerima manfaat. Semua harus mengacu pada standar gizi yang sudah ditetapkan pemerintah.
Program Makan Bergizi Gratis sendiri menjadi salah satu program penting dalam pemenuhan gizi anak sekolah. Karena itu, pengawasan terhadap pelaksanaannya akan terus diperketat. BGN berharap kejadian di Gresik bisa menjadi pengingat bagi semua pengelola program di daerah lain. (*)


