BACAAJA, JAKARTA – Kabar yang ditunggu akhirnya datang juga buat para metalhead Tanah Air. Band asal Amerika, Avenged Sevenfold, resmi ngumumin bakal manggung lagi di Indonesia setelah sekian lama dinanti.
Konser bertajuk Avenged Sevenfold Live in Indonesia ini dijadwalkan bakal digelar di Jakarta International Stadium pada 10 Oktober 2026, sebuah venue megah yang siap nampung ribuan penonton dengan atmosfer yang dijamin pecah.
Promotor Ravel Entertainment juga langsung tancap gas dengan merilis detail penting, mulai dari harga tiket sampai jadwal penjualannya, jadi fans bisa mulai siap-siap dari sekarang.
Buat yang udah nunggu momen ini, info paling krusial tentu soal harga tiket. Dan benar saja, pilihan kategorinya cukup beragam, dari yang berdiri bebas sampai kursi bernomor buat yang pengen lebih santai.
Kategori paling premium ada di Festival A yang dibanderol Rp2.550.000 dengan konsep free standing alias berdiri di area depan panggung, cocok buat yang pengen ngerasain vibe paling dekat sama aksi panggung.
Di bawahnya ada Festival B dengan harga Rp1.855.000, masih dengan konsep berdiri, tapi posisinya sedikit lebih ke belakang dibanding Festival A.
Buat yang lebih nyaman duduk, tersedia kategori numbered seating yang dibagi jadi beberapa kelas. CAT 1 Center dijual Rp2.175.000, sementara sisi kanan dan kiri CAT 1 ada di harga Rp1.850.000.
Masuk ke kategori berikutnya, CAT 2 Center dibanderol Rp1.550.000, lalu CAT 2 Right dan Left masing-masing di angka Rp1.100.000, jadi masih cukup ramah buat opsi mid-range.
Yang paling terjangkau ada di CAT 3. Untuk posisi tengah harganya Rp785.000, sementara sisi kanan dan kiri dijual Rp665.000, cocok buat yang pengen nonton tapi tetap hemat budget.
Perlu dicatat, semua harga ini belum termasuk pajak dan biaya layanan, jadi kemungkinan total yang dibayar bakal sedikit lebih tinggi dari angka dasar tersebut.
Soal jadwal penjualan, sistemnya dibagi dua tahap. Tahap pertama adalah Deathbat Presale yang bakal dibuka pada 6 April 2026 pukul 13.00 WIB, biasanya ini jadi momen rebutan paling cepat habis.
Setelah itu, general sale atau penjualan umum akan dimulai pada 8 April 2026 di jam yang sama, jadi masih ada kesempatan buat yang belum kebagian di presale.
Untuk pembelian, semuanya dilakukan secara online lewat situs resmi yang sudah disiapkan promotor, jadi nggak ada penjualan offline seperti zaman dulu.
Calon penonton tinggal masuk ke situs, pilih kategori tiket, isi data diri, lalu lanjut ke pembayaran sesuai metode yang tersedia. Simpel, tapi tetap harus cepat karena persaingannya pasti ketat.
Fenomena “war tiket” hampir pasti terjadi lagi, apalagi nama Avenged Sevenfold punya basis fans yang besar banget di Indonesia sejak era lagu-lagu seperti Dear God dan Nightmare.
Bukan cuma nostalgia, konser ini juga jadi momen buat ngerasain energi live performance mereka yang terkenal total dan penuh interaksi dengan penonton.
Makanya, banyak fans sudah mulai siapin strategi, dari koneksi internet stabil sampai standby di depan layar sebelum waktu penjualan dibuka.
Promotor juga mengingatkan agar pembelian hanya dilakukan lewat jalur resmi untuk menghindari penipuan atau harga yang dimark-up oleh calo digital.
Selain itu, penting juga buat memastikan data yang dimasukkan saat pembelian benar, karena biasanya tiket bersifat personal dan sulit diubah setelah transaksi selesai.
Konser ini diprediksi bakal jadi salah satu event musik terbesar di Indonesia tahun 2026, mengingat skala venue dan nama besar band yang tampil.
Dengan kapasitas besar Jakarta International Stadium, pengalaman nonton konser kali ini dijanjikan lebih megah dan immersive dibanding sebelumnya.
Buat para fans setia, ini bukan sekadar konser, tapi semacam reuni emosional dengan band yang sudah menemani perjalanan musik mereka selama bertahun-tahun.
Sekarang tinggal satu pertanyaan penting: siap atau nggak buat ikut war tiket dan jadi bagian dari malam penuh distorsi gitar dan teriakan bareng ribuan fans lainnya? (*)


