BACAAJA, SEMARANG- Tuan rumah PSIS Semarang harus puas berbagi angka dengan Persela Lamongan usai duel panas di Stadion Jatidiri, Minggu (15/2/2026). Laga lanjutan Liga 2 Championship 2025/2026 itu berakhir 1-1, dengan drama di detik-detik terakhir.
PSIS tampil dominan hampir di semua lini. Penguasaan bola tembus 72 persen, 23 tembakan dilepaskan dengan 10 di antaranya mengarah ke gawang. Corner? Bejibun, 17 kali. Persela? Enam tembakan, empat on target. Secara statistik, Mahesa Jenar unggul jauh.
Baca juga: PSIS Ogah Degradasi, Persela Siap Ganggu Pesta
Tapi sepak bola bukan lomba angka. Justru tim tamu yang nyolong start. Menit ke-15, Hambali Tolib memanfaatkan celah di lini belakang PSIS dan bikin Persela unggul lebih dulu. Jatidiri mendadak sunyi.
Masuk babak kedua, PSIS makin menggila. Serangan datang bergelombang dari kiri-kanan. Persela dipaksa parkir bus, bertahan mati-matian. Peluang ada, tapi gol tak kunjung tiba. Waktu terus jalan, kecemasan makin terasa.
Gol Penyelamat
Saat laga nyaris tamat dan Persela siap bawa pulang tiga poin, muncul momen “last minute magic”. Menit 90+1, Rafinha berdiri di tempat yang tepat. Bola di kotak penalti tak disia-siakan. Gol. Stadion meledak. Skor jadi 1-1.
Peluit panjang berbunyi. PSIS selamat dari kekalahan, Persela gagal mengunci kemenangan. Hasil ini membuat kedua tim berbagi satu poin. PSIS masih harus kerja ekstra buat keluar dari papan bawah, sementara Persela tetap relatif aman di papan tengah. Satu laga, dua cerita: PSIS pantang menyerah, Persela nyaris sempurna bertahan hingga satu momen kecil mengubah segalanya.
PSIS sudah menang penguasaan bola, menang jumlah tembakan, menang corner, tinggal satu yang belum: menang skor. Untung ada gol menit akhir, kalau tidak, statistik cuma jadi pajangan. (tebe)


