BACAAJA, SEMARANG – Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa di kegiatan Dapur Marhaen yang digelar DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah.
Sejak siang, warga mulai berdatangan, ada yang langsung antre tertib, ada juga yang santai duduk dulu sebelum menikmati makanan.
Program makan gratis ini ternyata nggak cuma menarik warga sekitar. Banyak juga orang yang kebetulan lagi beraktivitas di Semarang ikut mampir. Tanpa syarat ribet, siapa pun boleh datang dan langsung makan.
Bacaaja: Dapur Marhaen: dari Makan hingga Urusan Kesehatan, Bikin PDIP Makin Dekat ke Rakyat
Bacaaja: Ari Bersyukur Ada Pengobatan Gratis di Dapur Marhaen: Jadi Tahu Apa yang Harus Diperhatikan
Di tengah keramaian, Pak Jumari (56) terlihat santai sambil ngobrol. Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar bagi-bagi makanan.
“Manfaatnya besar banget. Ini membantu masyarakat, terutama yang butuh. Tapi sebenarnya ini untuk semua,” ujarnya, Jumat (10/4/2026).
Hal yang paling terasa, kata dia, adalah suasana inklusif. Nggak ada batasan siapa yang boleh ikut, semua diperlakukan sama.
Hal serupa juga dirasakan Ari (42), warga Karang Tempel. Buatnya, dapur umum seperti ini cukup membantu, apalagi di kondisi ekonomi yang nggak selalu stabil.
“Ya bagus, Mas. Kalau ada yang butuh makan, bisa ke sini. Lumayan membantu,” katanya.
Nggak cuma warga lokal, Rona Salafudin (42) yang datang dari Wonogiri juga ikut merasakan manfaatnya. Meski punya urusan lain di Semarang, dia tetap menyempatkan diri mampir.
“Yang penting aman, tertib, dan bisa dirasakan banyak orang,” ujarnya.
Menariknya, Dapur Marhaen bukan cuma soal makan gratis. Di sini, warga bisa saling ketemu, ngobrol, bahkan berbagi cerita tanpa sekat.
Di tengah situasi ekonomi yang kadang nggak pasti, kegiatan sederhana kayak gini justru punya makna besar, ngasih rasa kebersamaan yang nyata.
Singkatnya, Dapur Marhaen bukan cuma soal kenyangin perut, tapi juga rasa kebersamaan antarwarga yang tumbuh dan terjaga. (*)

