BACAAJA, SOLO – Nunggu azan magrib nggak harus cuma duduk santai. Wali Kota Solo, Respati Ardi, pilih ngabuburit sambil lari bareng Vindes dalam acara “Ngabuburingat”, Minggu (22/2/2026).
Event ini diisi Road Run dan Fun Run 5K dengan titik start dari Loji Gandrung. Suasananya santai tapi tetap rame, olahraga jalan, vibes Ramadan dapet.
Di sela-sela lari, Respati nggak cuma fokus pace. Ia mampir ke spot jajanan takjil di Kelurahan Keprabon. Bukan sekadar lihat-lihat, tapi langsung borong beberapa dagangan buat dibagikan ke warga dan pengendara yang lewat.
Aksi ini langsung bikin suasana makin cair. Pedagang senang, warga kebagian, ngabuburit jadi makin berasa.
Bacaaja: Pasar Sora SKK Vol.2 Resmi Dibuka, Spot Ngabuburit & Berburu Takjil Paling Hype di Solo!
Bacaaja: Pimpin Kurvei Pasar Gedhe Solo, Respati Sorot Buruknya Manajemen Sampah
Muncul ide ‘Kampung Ramadan’ dari diskusi spontan
Nggak cuma belanja takjil, Respati juga ngobrol bareng pedagang dan perangkat kelurahan. Dari obrolan santai itu, muncul satu usulan menarik: bikin Kampung Ramadan di Solo.
“Sore ini saya dan teman-teman dari Vindes Ngabuburingat lari sembari menunggu buka puasa. Tadi mampir ke Kelurahan Keprabon, diskusi soal bagaimana Kota Solo menyambut Ramadan agar bisa dinikmati masyarakat,” kata Respati.
Soal ide Kampung Ramadan, ia bilang usulan itu bagus dan bakal dipertimbangkan. Artinya, ada peluang Solo punya spot khusus yang lebih tertata dan tematik selama bulan puasa.
Respati juga memastikan penataan penjualan takjil di aset milik Pemkot Solo terus berjalan. Targetnya jelas: warga bisa jualan dengan nyaman, pembeli enak datang, kota tetap rapi.
“Pemkot Surakarta sudah menyediakan tempat memadai untuk warga berjualan takjil. Warga menyambut baik, pembeli juga nyaman,” tegasnya.
Intinya, Ramadan di Solo bukan cuma soal ibadah, tapi juga momentum ngangkat ekonomi warga. Tinggal nanti, ide Kampung Ramadan ini bakal dieksekusi seperti apa, yang jelas, obrolannya sudah dimulai dari pinggir lapak takjil. (*)


