BACAAJA, INDIA – Kebijakan baru India lagi-lagi bikin warganet garuk-garuk kepala. Semua ponsel baru, apa pun merknya, sekarang wajib “disuntik” aplikasi keamanan siber bikinan pemerintah. Move ini langsung nge-trigger perdebatan panas soal privasi dan batasan pengawasan negara.
Kenalan Dulu Sama Si Aplikasi Wajib Ini
Nama aplikasinya Sanchar Saathi. Udah meluncur sejak awal 2025 dan fungsinya lumayan banyak: ngecek IMEI asli atau palsu, laporan HP hilang, sampai mark komunikasi yang dicurigai penipuan. Intinya, aplikasi yang dibangun untuk ngurusi keamanan telekomunikasi.
Di India, pasar HP-nya brutal besar—lebih dari 1,2 miliar pengguna aktif. Pemerintah bilang keberadaan IMEI palsu dan HP black market udah makin parah. Jadi, aturan baru ini diwajibkan biar pembeli nggak asal kejebak beli HP “gelap”.
Aturannya Ketat: 90 Hari Harus Siap
Produsen cuma dikasih waktu 90 hari buat nge-integrasiin aplikasi ini ke semua ponsel baru. Bahkan ponsel yang udah dikirim ke toko tapi belum terjual juga diminta dipaksa update biar aplikasinya masuk. Dan aplikasi ini harus nongol di layar awal saat HP pertama kali dinyalain, plus nggak boleh dinonaktifkan.
Kalau dinilai dari sisi pemerintah, ini usaha memperkuat keamanan telekomunikasi nasional. Dari data yang disosialisasikan, aplikasi ini diklaim udah bantu melacak lebih dari 700 ribu HP hilang, termasuk 50 ribu kasus di Oktober 2025.
Di Balik Aturan Ketat, Kekhawatiran Privasi Ikut Meledak
Kelompok pemerhati privasi langsung pasang alarm. Internet Freedom Foundation bilang kebijakan ini sama aja bikin HP baru jadi “device wajib pemerintah” yang nggak bisa dikontrol pengguna. Mereka khawatir aplikasi yang nggak bisa dimatikan justru jadi pintu masuk buat pengawasan lebih luas.
Selain itu, para analis teknologi menyoroti izin akses aplikasi yang kelewat banyak, mulai dari kamera sampai lampu kilat. BBC sampai nanyain langsung ke pemerintah India, karena di Play Store aplikasinya menulis “tidak mengumpulkan data pengguna”—tapi izin yang diminta tetap bikin merinding.
Produsen HP Angkat Alis: ‘Ini Nyeleneh dan Susah Jalan’
Para produsen ponsel juga dinilai bakal kesulitan. Soalnya kebanyakan brand besar punya kebijakan ketat yang melarang pre-install aplikasi pemerintah. Apple, misalnya, udah lama konsisten menolak permintaan sejenis dari negara mana pun.
Pasar India kebanyakan Android, tapi iPhone tetap punya sekitar 4,5% pangsa pasar dari total 735 juta smartphone aktif. Apple dikabarkan bakal menyampaikan keberatan resmi ke pemerintah India.
India bukan pemain tunggal dalam tren “aplikasi wajib”. Pada Agustus 2025, Rusia juga bikin aturan serupa: semua ponsel dan tablet wajib dipasangi aplikasi pesan MAX, yang lagi-lagi bikin diskusi privasi makin ramai. (*)


