Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Kemenkes: Sistem Kasta Senioroitas Tak Hanya di PPDS Undip
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Unik

Kemenkes: Sistem Kasta Senioroitas Tak Hanya di PPDS Undip

T. Budianto
Last updated: Juni 4, 2025 5:00 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
SAKSI PENGADILAN: Ketua Tim Inspektorat Kemenkes untuk Kasus PPDS Undip, Pamor Nainggolan (batik merah) saat bersaksi di Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Rabu (4/6/2025). (Foto: Bay)
SHARE

NARAKITA, SEMARANG – Praktik bullying dan sistem kasta senioritas tidak hanya terjadi di lingkungan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesi Universitas Diponegoro (Undip).

Pernyataan itu disampaikan Ketua Tim Inspektorat Kemenkes untuk Kasus PPDS Undip, Pamor Nainggolan saat bersaksi di Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Rabu (4/6).

Awalnya dia dicecar pertanyaan mengenai hasil investigasinya mengenai bullying yang terjadi di PPDS Undip. Pamor kemudian ditanya apakah praktik semacam itu juga terjadi di tempat lain. “Hampir semua prodi di seluruh fakultas kedokteran yang pernah kami tangani ada,” ujarnya.

Dia menyatakan, di tempat lain, terdapat pula sistem kasta yang menindas yunior dan mengangungkan para seniornya.

“Prodi lain ada juga semacam kasta. Bentuknya mungkin beda tapi intinya hampir sama,” beber Pamor.

Menurutnya, sistem kasta yang merupakan wujud dari bullying dilatarbelajangi adanya kebiasaan yang sudah terjadi sejak lama, meski hal itu salah. “Karena tradisi, itu tradisi turun-temurun,” kata dia.

Di sisi lain, kata Pamor, ada beberapa pihak-pihak yang tidak sepalat tetapi tidak bisa melakukan tindakan untuk mengubah tradisi buruk itu. “Ada resistensi, kondisi di mana para pihak merasa tidak sesuai dengan pemikiran dia,” ucapnya.

Tujuh “Kasta”

Dalam sidang kasus bullying PPDS Undip di Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Senin (26/5), Jaksa mengungkap adanya 7 macam kasta di PPDS Undip. “Terdapat hierarki atau sistem kasta yang berlaku di lingkungan PPDS Undip,” ujar Jaksa Shandy Handika saat membaca surat dakwaan terdakwa bullying.

Kasta pertama adalah “Kuntul”. Kuntul merupakan julukan bagi mahasiswa PPDS Anestesi tingkat pertama. Kedua, kasta “Kambing” akronim dari kakak pembimbing, julukan bagi mahasiswa PPDS Anestesi Undip tingkat dua.

Kasta ketiga dijuluki “Middle Senior”, yaitu senior mahasiswa PPDS tingkat tiga dan empat. Kasta keempat adalah “Senior” yang diduduki mahasiswa PPDS tingkat lima.  Kasta kelima yakni COC singkatan dari “Chief of Chief” untuk mahasiswa PPDS tingkat 6 dan 7. Kasta keenam adalah “Dewan Syuro”, julukan untuk mahasiswa PPDS tingkat delapan atau tingkat akhir.

Kasta tertinggi disematkan kepada dokter penanggung jawab pelayanan atau DPJP. DPJP merupakan dosen sekaligus dokter yang menangani pasien di rumah sakit pendidikan. Masing-masing kasta memiliki julukan hingga rincian tugas-tugasnya selama menjalani proses pendidikan dokter spesialis. (Bay)

You Might Also Like

Butuh Rp 300 Miliar untuk Pemeliharaan, Pembangunan IKN Tahap I Rampung

Ramadan Datang, Kurma Dipilih Makin Penuh Pertimbangan

Soal Rob Sayung, Taj Yasin Sebut Pemerintah Akan Bangun Tanggul Laut

Sepanjang 2025 Jateng Diterpa 361 Bencana

Jenderal Uganda Bikin Heboh, Ultimatum Aneh Tuai Sorotan Dunia, Pingin Gadis Turki Juga..

TAGGED:bullying ppds undipkaprodi ppds undip
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Misi Memutus Tren Buruk Tiga Dekade
Next Article F-PKS Apresiasi 100 Hari Kinerja Wali Kota Semarang

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Sahoun Purwokerto, Langka tapi Rasanya Nampol

Soto Sangka, Warung Tua yang Masih Ngangenin

Benarkah Kantor Bikin Wajah Cepat Tua?

Makam Elite Etruria 2.700 Tahun Terkuak

Batik Tak Harus Kuno, Asal Tekniknya Tetap Batik

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Plesir

Benteng Van der Wijck Siap Naik Kelas

Agustus 28, 2026
Para Gubernur di Pulau Jawa berpotensi menjadi calon presiden 2029
Unik

Beda Gaya Kepemimpinan. Jabar Meledak, Jateng Slengekan, Jatim Menghilang, dan Jakarta Adem Ayem

Mei 9, 2025
Unik

Fisip Undip Gelar Pelatihan Packaging bagi Pelaku UMKM Rowosari

Juni 11, 2025
Unik

Tech Trends: Keeping Up with the Hottest Gadgets in the Industry

Maret 4, 2023

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Kemenkes: Sistem Kasta Senioroitas Tak Hanya di PPDS Undip
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?