Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
Reading: Mengunjungi Wotawati DusunTersembunyi di Lembah Bengawan Solo Purba, Wisata Bernuansa Majapahit
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
© 2025 Bacaaja.co
Unik

Mengunjungi Wotawati DusunTersembunyi di Lembah Bengawan Solo Purba, Wisata Bernuansa Majapahit

Wotawati berada di lembah bekas aliran Sungai Bengawan Solo Purba. Kondisi geografis ini membuat matahari seolah enggan menampakkan diri lebih lama dibandingkan daerah lain.

Nugroho P.
Last updated: Mei 19, 2025 8:39 am
By Nugroho P.
2 Min Read
Share
Wisata Wotawati (Pemda DIY)
SHARE

NARAKITA, GUNUNGKIDUL – Di balik perbukitan Kabupaten Gunungkidul, terdapat sebuah dusun terpencil bernama Wotawati. Terletak di Kalurahan Pucung, Kapanewon Girisubo, dusun ini menawarkan keunikan geografis dan pesona alam yang jarang ditemui. Lokasinya sekitar 74 kilometer dari pusat Kota Yogyakarta, membuatnya seolah tersembunyi di balik peradaban modern.

Wotawati berada di lembah bekas aliran Sungai Bengawan Solo Purba. Kondisi geografis ini membuat matahari seolah enggan menampakkan diri lebih lama dibandingkan daerah lain. Dusun ini hanya mendapat sinar matahari sekitar 8 jam setiap harinya. Fenomena ini menjadikan Wotawati berbeda dan menarik perhatian para pelancong.

Konsep Wisata: Perpaduan Majapahit dan Mataram
Dusun Wotawati sudah berbenah menjadi desa wisata terpadu dengan konsep kolosal bergaya Majapahit dan Mataram. Kala itu Lurah Pucung, Estu Dwiyono, menyebutkan bahwa langkah ini bertujuan untuk memanfaatkan potensi lokal sekaligus mempertahankan identitas budaya setempat.

“Dari sudut pandang wisata, Wotawati berbeda karena menjadi satu-satunya padukuhan di Lembah Bengawan Solo Purba. Secara geografis, ini unik karena minim paparan matahari, hanya sekitar 8 jam sehari,” kata Estu.

Konsep pembangunan desa wisata di Wotawati menampilkan akulturasi arsitektur Majapahit dan Mataram. Pagar desa dibangun dengan bata merah bergaya Gapura Lar Badak, sementara fasad rumah memadukan sentuhan terakota. Proyek ini diperkirakan rampung pada 2026 dengan dana sekitar Rp5 miliar dari Dana Keistimewaan.

Sejarah dan Legenda Wotawati
Menurut Roby Sugihastanto, Dukuh Wotawati, sejarah dusun ini bermula dari dua pelarian Majapahit, Raden Joko Sukmo dan Nyi Arum Sukmawati, yang tinggal di Gua Putri. Dalam perjalanan mencari lahan bercocok tanam, keduanya membuat jembatan dari bambu untuk menyebrangi sungai kecil. Dari kisah inilah nama “Wotawati” muncul.

“Wotawati berasal dari kata ‘wot’ (jembatan) dan ‘wati’ (nama Sukmawati), setelah insiden Nyi Arum Sukmawati terpeleset di jembatan tersebut,” jelas Roby.

Semua rencana berjalan lancar, Wotawati menjadi destinasi wisata yang memadukan keindahan alam, sejarah Majapahit, dan kearifan lokal. Dusun ini siap menyambut para pelancong yang ingin menyelami jejak sejarah dan pesona unik di Lembah Bengawan Solo Purba.

You Might Also Like

Tiket Masuk Gratis! Berikut Jadwal Konser Musik Lintas Genre di Jateng Fair 2025

Kaprodi PPDS Anestesi Undip Halangi Kemenkes Ungkap Kasus Bullying

Ungkap Pengeroyokan di Jalan Sompok Semarang, Polisi: Korban Salah Sasaran Kreak

Gus Alam PKB Meninggal, Sempat Dirawat setelah Kecelakaan di Tol Pemalang

Ya Ampun, Ini Doktor Hukum yang Bikin Kaget!

TAGGED:wisata gunungkidulwisata jogjawisata kekinianwisata wotawatiwisata yogyakarta
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article DPR Tegaskan: Izin Dokter Umum Operasi Caesar  Bisa Jadi Bencana Kesehatan!
Next Article Mobil Terparkir Dua Hari di SPBU, Ditemukan Jenazah Kwarganegaraan Korea

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Ilustrasi penumpang kereta api mencari tempat duduk sesuai yang tertera di tiket miliknya.

Angkutan Lebaran Usai, Penumpang Kereta Daop 4 Melonjak 14 Persen

Gedung KONI Manado runtuh setelah diguncang gempa bumi pada Kamis (2/4/2026).

Gempa Sulut-Malut: 1 Korban Jiwa, 2.200 Warga Mengungsi

Jumat Buat Muslimah, Amalan Ringan Tapi Pahalanya Nggak Main-main

Tiga Prajurit Gugur, MUI Ajak Salat Gaib Bersama

Campak Mulai Ngegas Lagi, Jateng Siaga Jangan Anggap Remeh

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Unik

Debut Maut Rudal Khaibar Shekan: Iran Porak-Porandakan Israel dengan Teknologi Rudal ‘Hantu’

Juni 23, 2025
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti. (Ist)
Unik

Pemkot Semarang Percepat Transisi TPA Jatibarang

Juni 25, 2025
Mbak Ita (kerudung pink) dan suaminya, Alwin Basri beranjak usai mengikuti sidang korupsinya di Pengadilan Tipikor Semarang.
Unik

Rachmat U Djangkar Setor Rp1,7 Miliar untuk Balas Budi Suami Mbak Ita

Mei 21, 2025
Puan Maharani dalam Sidang Bersama DPR-DPD RI 2025, Jumat (15/8/2025), Puan nggak cuma formalitas baca teks, tapi langsung nyentil soal intervensi kekuasaan di pemilu dan fenomena kritik kreatif netizen. Foto: dok.
Unik

Puan di Depan Jokowi & Prabowo: “Kritik Itu Cahaya, Bukan Bara”

Agustus 15, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Mengunjungi Wotawati DusunTersembunyi di Lembah Bengawan Solo Purba, Wisata Bernuansa Majapahit
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?