BACAAJA, SEMARANG- Meskirpun hari sudah berganti malam dan langit Kota Semarang telah gelap, seribuan massa aksi dari BEM Semarang Raya masih bertahan, Kamis (22/10/2026) petang.
Pantauan di lokasi, massa kini memadati kawasan bundaran air mancur Jalan Pahlawan. Mereka menolak membubarkan diri meski waktu menunjukkan pulul 18.50 WIB. “Mari melawan sampai malam. Mari melawan sampai jam 8, jam 9, jam 10,” teriak massa aksi dari mobil komando.
Kerumunan massa berdesakan mengelilingi area bundaran, dengan sebagian orator dan mahasiswa memanjat serta berdiri di atas struktur dasar monumen air mancur sambil mengibarkan spanduk dan menyalakan penerangan. Ratusan mahasiswa lainnya tampak merapatkan barisan, serta memadati area jalan di sekitarnya.
Imbauan Kapolda
Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Jateng, Irjen Pol Roy Hardi Siahaan sempat mendekat ke arah massa aksi untuk memberikan imbauan secara langsung agar mereka segera membubarkan diri secara tertib.
“Kami yakin sebagian besar adik-adik mahasiswa di sini ingin menyampaikan aspirasi, tapi saya khawatir. Mohon tertib,” ujar Kapolda di tengah kerumunan.
Namun, imbauan tersebut tak dihiraukan oleh massa.
Mobil komando tetap terus menyiarkan lagu-lagu perjuangan dan sebagian besar massa bernyanyi bersama tanpa memedulikan perkataan pihak kepolisian. Tak hanya itu, massa beberapa kali meneriakkan yel-yel dan kata “revolusi” yang disambut sorak sorai riuh dari seluruh peserta aksi. (bae)

