BACAAJA, SEMARANG – Hari Santri Nasional (HSN) 2026 bukan cuma soal seremoni dan apel tahunan. Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen atau Gus Yasin, mengajak para santri menghidupkan kembali semangat Resolusi Jihad dan meneruskan perjuangan para pendahulu untuk masa depan Indonesia.
Menurut Gus Yasin, kemerdekaan dan berdirinya Indonesia sebagai negara yang kuat bukanlah hasil perjuangan singkat. Karena itu, generasi muda, termasuk santri, perlu melanjutkan perjuangan tersebut lewat kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Jangan lupa Resolusi Jihad, bahwa mengusir penjajah dan mendirikan bangsa yang kuat seperti Indonesia ini enggak mudah. Maka melanjutkan itu yang penting,” kata Gus Yasin di Kantor Gubernur Rumah Rakyat, Gedung A Setda Provinsi Jawa Tengah, Rabu (21/10/2026).
Santri Jadi Bagian Penting Menuju Indonesia Emas
Gus Yasin berharap para santri ikut mengambil peran dalam menyiapkan generasi yang mampu membawa Indonesia menuju visi Indonesia Emas.
Bekal ilmu agama dan pendidikan yang diperoleh di pesantren dinilai bisa menjadi modal penting untuk menjawab tantangan zaman sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Untuk Hari Santri saya berharap bisa membantu pemerintah untuk menuju Indonesia Emas, siapkan generasinya,” ujarnya.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa peran santri tidak berhenti di lingkungan pesantren. Mereka juga punya kesempatan berkontribusi dalam berbagai bidang, mulai dari pendidikan, sosial, hingga pembangunan bangsa.
Peringatan Hari Santri Digelar di Kabupaten Tegal
Di Jawa Tengah, rangkaian peringatan Hari Santri 2026 dijadwalkan berlangsung di Kabupaten Tegal.
Kegiatan diawali dengan sholawat pada Rabu malam, kemudian dilanjutkan dengan apel pada Kamis (22/10/2026).
Momentum Hari Santri diharapkan tidak sekadar menjadi agenda tahunan, tetapi juga memperkuat semangat kebangsaan dan kepedulian sosial di kalangan santri.
Semangat Resolusi Jihad yang diwariskan para pendahulu pun diharapkan terus hidup melalui karya, ilmu, dan pengabdian nyata bagi masyarakat.
Sebab, perjuangan membangun Indonesia belum selesai. Generasi santri masa kini punya peran untuk meneruskan nilai-nilai perjuangan sekaligus ikut menyiapkan masa depan bangsa. (dul)

