Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Data 38 Ribu Pegawai FBI Diklaim Dicuri Hacker
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Teknologi

Data 38 Ribu Pegawai FBI Diklaim Dicuri Hacker

Nugroho P.
Last updated: Oktober 4, 2026 9:04 am
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
ilustrasi hacker (ist).
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) tengah sibuk mengusut dugaan kebocoran data setelah kelompok peretas mengaku berhasil mengakses informasi milik puluhan ribu pegawai. Data yang disebut berjumlah sekitar 38.000 orang itu diklaim berasal dari sistem yang berkaitan dengan layanan FBI.

Contents
FBI Masih Selidiki Sumber KebocoranHacker Klaim Temukan Celah Cloud OracleRisikonya Bisa Lebih SeriusBukan Sekadar Minta TebusanInvestigasi Masih Berjalan

Bukan cuma nama dan jabatan yang disebut ikut terseret. Informasi yang diklaim diperoleh peretas mencakup nomor lencana, alamat rumah, nomor telepon, bahkan data mengenai pasangan pegawai.

Kelompok tersebut kemudian menghubungi sejumlah media dan menunjukkan sampel serta tangkapan layar data sebagai bukti klaim mereka. Berdasarkan laporan BBC yang dikutip Jumat (25/9/2026), sejumlah informasi yang ditampilkan tampak asli, meski skala dan sumber kebocoran masih belum dipastikan secara independen.

Jika data tersebut benar-benar berasal dari lingkungan FBI, dampaknya tentu tidak main-main. Sebab, sebagian informasi yang disebut bocor berkaitan dengan pegawai yang menangani pekerjaan sensitif.

Data yang beredar diklaim mencantumkan informasi terkait penugasan yang berhubungan dengan aktivitas mata-mata China, intelijen Rusia, sampai penindakan terhadap kartel narkoba.

FBI Masih Selidiki Sumber Kebocoran

FBI belum memastikan seluruh data yang beredar benar-benar berasal dari sistem internal lembaga tersebut. Penyelidikan masih berjalan, termasuk kemungkinan adanya masalah pada sistem milik penyedia layanan pihak ketiga.

Lembaga penegak hukum AS itu menyebut tengah bekerja dengan penyedia pihak ketiga yang mendukung FBIJobs.gov. Langkah tersebut dilakukan untuk mencari sumber persoalan sekaligus mengurangi risiko yang mungkin muncul dari dugaan insiden tersebut.

Fokus penyelidikan kini salah satunya mengarah pada bagaimana data tersebut bisa diakses. FBI juga perlu memastikan informasi mana saja yang benar-benar terdampak.

Hacker Klaim Temukan Celah Cloud Oracle

Kelompok peretas mengklaim menemukan celah pada sistem cloud Oracle yang digunakan dalam sejumlah layanan terkait FBI. Mereka menyebut beberapa sistem, termasuk FBIJobs, FBI BEAST, FBI MedLink dan FBI BICS, diduga dapat diakses.

Namun, klaim tersebut belum menjadi bukti bahwa seluruh sistem FBI berhasil ditembus. FBI masih melakukan pengecekan untuk memastikan apakah akses yang diklaim memang terjadi dan dari infrastruktur mana data tersebut diperoleh.

Kemungkinan keterlibatan pihak ketiga menjadi salah satu hal yang ikut diperiksa. Artinya, sumber kebocoran belum tentu berasal langsung dari jaringan internal FBI.

Risikonya Bisa Lebih Serius

Kalau data pribadi seperti alamat rumah, nomor telepon, informasi keluarga, dan detail pekerjaan benar-benar terekspos, risikonya bisa melebar. Informasi tersebut berpotensi dimanfaatkan untuk penipuan, rekayasa sosial, maupun upaya serangan lanjutan.

Terlebih, sebagian data yang diklaim berkaitan dengan pegawai lembaga penegak hukum. Informasi semacam itu bisa menjadi lebih sensitif dibanding sekadar data pribadi biasa.

Meski begitu, penting untuk membedakan antara klaim kelompok peretas dan fakta yang sudah dikonfirmasi. Sampai penyelidikan FBI selesai, jumlah 38.000 data serta asal-usul seluruh informasi tersebut masih belum bisa dianggap sebagai fakta yang telah terverifikasi.

Bukan Sekadar Minta Tebusan

Kasus ini juga punya pola yang sedikit berbeda dari serangan ransomware atau pemerasan digital yang biasanya berujung pada permintaan uang.

Kelompok peretas tersebut mengaku tidak meminta pembayaran. Mereka justru mendesak FBI untuk menarik atau memperbaiki pernyataan sebelumnya yang berkaitan dengan aktivitas kelompok tersebut.

Mereka bahkan mengancam akan mempublikasikan database yang diklaim telah diperoleh apabila FBI tidak melakukan perubahan dalam waktu satu minggu.

Sebelumnya, FBI juga pernah memperingatkan mengenai kelompok tersebut dan menyebut adanya klaim akses terhadap data sensitif yang digunakan untuk menekan pihak tertentu.

Investigasi Masih Berjalan

Untuk saat ini, FBI masih berusaha mengurai bagaimana akses bisa terjadi dan seberapa banyak informasi yang benar-benar terdampak. Penyelidikan juga akan menentukan apakah sumber masalah berasal dari sistem FBI atau infrastruktur milik perusahaan pihak ketiga.

Dengan begitu, klaim mengenai kebocoran puluhan ribu data pegawai FBI masih perlu dilihat dengan hati-hati. Kepastian mengenai sumber data, jumlah informasi yang bocor, serta tingkat dampaknya baru bisa diketahui setelah investigasi selesai. (*)

You Might Also Like

Kacamata Pintar Jadi Alat Bully, Tren TikTok Disorot

Infinix Note 60: HP Murah Gak Bikin Kamu Tersesat, Bisa Nyambung Satelit Anti-Lost Contact!

153 Juta Data SIM Warga Dijual, FBI Bergerak

HP Murah Makin Seret, Harga Memori Jadi Biang

Lagi Viral! Tren Edit Foto Orang Asing Masuk Rumah Pakai Gemini AI, Bikin Keluarga Kaget tapi Ngakak

TAGGED:FBIhackerpegwai FBIteknologi
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Mau Ngonten TikTok? 5 HP Ini Bisa Diandalkan
Next Article Kerja Terasa Hambar? Ini Penyebab dan Solusinya

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Lapas Purwodadi Sosialisasi Pembebasan dan Cuti Bersyarat

Hati Lagi Berat? Coba 7 Cara Ini

Kerja Terasa Hambar? Ini Penyebab dan Solusinya

Data 38 Ribu Pegawai FBI Diklaim Dicuri Hacker

Mau Ngonten TikTok? 5 HP Ini Bisa Diandalkan

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Teknologi

HP Xiaomi Mulai Lemot? Cek Sisa Umurnya

September 18, 2026
CEO Google dan Alphabet, Sundar Pichai.
Tumbuh

Bos Google Bilang Investasi AI Sudah Lebay dan Irasional, tapi . . .

November 28, 2025
Teknologi

China Uji Kebun Antariksa, Bulan Jadi Target

September 22, 2026
Ilustrasi smartphone.
Teknologi

Harga Elektronik Makin Naik, Ini Rekomendasi Smartphone di Bawah Rp5 Juta dengan Spek Mumpuni

September 23, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Data 38 Ribu Pegawai FBI Diklaim Dicuri Hacker
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?