BACAAJA, BANJARNEGARA – Sore yang biasanya ramai pembeli mendadak berubah jadi momen tegang di sebuah rumah makan Padang di Banjarnegara. Api tiba-tiba muncul dari area dapur dan langsung bikin suasana kacau. Kejadian ini terjadi di Rumah Makan Salero Baru yang berada di Jalan Letnan Karjono, Kelurahan Parakancanggah, pada Sabtu sekitar pukul setengah tujuh malam.
Awalnya, aktivitas di dapur berjalan seperti biasa. Para karyawan lagi sibuk menyiapkan pesanan, aroma masakan khas Padang sempat memenuhi ruangan. Tapi dalam hitungan menit, kondisi berubah drastis saat api mulai muncul dari bawah selang gas dan langsung menjalar ke bagian lain dapur.
Dugaan awal mengarah ke kebocoran gas LPG ukuran 3 kilogram yang jadi pemicu utama kejadian ini. Api yang muncul nggak butuh waktu lama untuk membesar karena banyaknya bahan mudah terbakar di sekitar dapur, mulai dari minyak, plastik, sampai peralatan masak.
Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Banjarnegara, Raib, menjelaskan bahwa titik awal api memang berasal dari bagian bawah selang gas. “Api merembet cepat dan langsung menyambar seluruh dapur karena banyak material yang mudah terbakar di dalamnya,” jelasnya saat ditemui di lokasi.
Situasi di dalam dapur saat itu bisa dibilang cukup mencekam. Tiga karyawan yang sedang bekerja langsung panik melihat api yang makin membesar. Mereka berusaha menyelamatkan diri secepat mungkin sambil menghindari kobaran api yang sudah mulai tak terkendali.
Meski berhasil keluar, para karyawan tetap mengalami dampak dari kejadian tersebut. Salah satu korban, Fitri, mengalami luka bakar di bagian tangan kanan dan juga syok. Sementara dua karyawan lainnya, Ana dan Annisa, dilaporkan mengalami syok akibat kepanikan saat kejadian.
Teriakan minta tolong dari dalam rumah makan sempat mengundang perhatian warga sekitar. Burhanudin, salah satu warga yang berada tidak jauh dari lokasi, mengaku langsung berlari begitu mendengar suara panik dari dalam. Saat tiba di tempat kejadian, ia melihat api sudah membesar di dapur.
“Pas saya datang, api sudah kelihatan besar. Karyawan pada panik, suasananya benar-benar tegang,” kata Burhanudin menggambarkan kondisi saat itu. Warga sekitar pun sempat berusaha membantu sebisanya sebelum petugas datang.
Tak lama berselang, petugas gabungan mulai berdatangan ke lokasi. Tim dari pemadam kebakaran, kepolisian, TNI, dan BPBD Banjarnegara tiba sekitar pukul 18.42 WIB untuk langsung melakukan penanganan.
Proses pemadaman dilakukan dengan cukup cepat menggunakan dua unit mobil pemadam kebakaran. Selain itu, satu unit tangki air dari BPBD juga dikerahkan untuk memastikan suplai air tetap aman selama proses berlangsung.
Petugas berjibaku memadamkan api yang sempat membesar di area dapur. Fokus utama adalah mencegah api merembet ke bagian lain bangunan dan bangunan di sekitarnya yang berpotensi ikut terdampak.
Setelah melalui proses yang cukup intens, api akhirnya berhasil dikendalikan. Proses pemadaman dan pendinginan dinyatakan selesai sekitar pukul 19.50 WIB, atau kurang lebih satu setengah jam sejak kejadian pertama kali dilaporkan.
Setelah kondisi dinyatakan aman, perhatian langsung beralih ke penanganan korban. Ketiga karyawan yang terdampak langsung dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut.
Korban dirujuk ke RSUD Banjarnegara menggunakan ambulans PMI. Penanganan cepat ini dilakukan untuk memastikan kondisi mereka stabil, terutama bagi korban yang mengalami luka bakar.
Beruntung, dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa. Meski begitu, dampak yang ditimbulkan tetap cukup terasa, baik dari sisi fisik korban maupun kerugian yang dialami pemilik usaha.
Kerugian materiil akibat kebakaran ini ditaksir berada di kisaran Rp5 juta hingga Rp10 juta. Kerusakan meliputi peralatan dapur, sebagian bangunan, hingga bahan baku masakan yang hangus terbakar.
Pihak berwenang langsung melakukan olah tempat kejadian perkara untuk memastikan penyebab pasti kebakaran. Sejumlah saksi juga dimintai keterangan guna melengkapi proses penyelidikan.
Dugaan sementara masih mengarah pada kebocoran gas LPG sebagai pemicu utama. Namun, investigasi tetap dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan tidak ada faktor lain yang terlibat.
Kejadian ini jadi pengingat penting bagi para pelaku usaha kuliner, terutama yang menggunakan gas LPG dalam aktivitas sehari-hari. Sistem keamanan dan pengecekan rutin jadi hal yang nggak bisa dianggap sepele.
Di sisi lain, warga sekitar juga diimbau untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama di area padat aktivitas seperti dapur usaha makanan. Penanganan cepat memang penting, tapi pencegahan jelas jauh lebih krusial.
Peristiwa ini meninggalkan jejak kepanikan sekaligus pelajaran. Dalam sekejap, dapur yang biasanya penuh aktivitas berubah jadi titik kobaran api, mengingatkan bahwa risiko bisa datang kapan saja tanpa aba-aba. (*)

