BACAAJA, SEMARANG- Pelatih PSIS, Andri Ramawi udah mulai puter otak lebih awal jelang duel panas lawan Barito Putera. Bukan tanpa alasan, tim tamu lagi dalam mode “ngegas” buat ngejar tiket promosi ke kasta tertinggi musim depan.
Menurut Coach Andri, performa Barito jadi bahan utama buat ngeracik strategi. Jadi, jangan harap PSIS bakal main dengan gaya yang sama kayak waktu mereka melibas Persipal Palu 6-1 di laga sebelumnya.
Baca juga: Beto Hattrick, Setengah Lusin Gol PSIS Banding 1 Gol Persipal
“Kami sudah analisa kelebihan dan kekurangan mereka. Barito punya pemain di atas rata-rata, bahkan sampai lapis kedua. Jadi game plan pasti beda,” kata Andri.
Latihan intens udah dimulai sejak 31 Maret 2026, dan fokus tim sekarang full ke laga pekan ke-23 Grup Timur Pegadaian Championship 2025/2026 yang bakal digelar di Stadion Jatidiri, Minggu (5/4/2026).
Lebih Unggul
Yang bikin PSIS ekstra waspada, kekuatan Barito nggak cuma di starting eleven. Lapis kedua mereka juga punya kualitas yang bisa bikin kejutan kapan aja. Ini yang bikin PSIS harus ekstra hati-hati, apalagi posisi Barito di klasemen lagi lebih unggul. Ambisi Barito buat promosi jelas jadi alarm buat Mahesa Jenar. Salah langkah dikit, bisa langsung disalip.
Di tengah tekanan itu, PSIS dapat angin segar. Bek kanan andalan, Ibrahim Sanjaya, udah bebas dari sanksi kartu merah dan siap balik ke lapangan. Nggak cuma itu, lini depan juga bakal makin tajam dengan comeback-nya Rafinha. Sebelumnya dia sempat absen gara-gara masalah administratif yang… ya, cukup nyebelin, salah tulis nama di nomor punggung.
Baca juga: PSIS vs Persipal, Laga Hidup Mati di Jatidiri
Kasus serupa juga sempat kejadian ke Mario Londok. Harapannya sih, urusan “sepele tapi fatal” kayak gini udah beres dan nggak ganggu performa tim lagi. Dengan skuad yang makin lengkap, PSIS punya peluang buat nahan laju Barito sekaligus nge-push posisi di klasemen akhir.
Di sepak bola, kadang yang bikin kalah bukan cuma lawan, tapi juga salah nulis nama sendiri. Sekarang tinggal dibuktiin, PSIS mau menang karena strategi… atau lagi-lagi belajar dari typo. (tebe)


