BACAAJA, PURBALINGGA – Ramadhan selalu punya vibe spesial, termasuk buat ibu hamil yang pengin tetap ikut puasa. Tapi kondisinya beda, jadi nggak bisa asal nahan lapar kayak biasa.
Kunci utamanya bukan kuat-kuatan, melainkan pinter ngatur isi piring. Kalau nutrisinya pas, badan ibu tetap fit dan janin juga aman.
Dokter kandungan dr Yosiana Wijaya SpOG bilang bumil sebenarnya boleh puasa, asal kondisi sehat dan kebutuhan gizinya tercukupi. “Ibu hamil tetap boleh berpuasa selama kondisinya sehat,” jelasnya.
Menurutnya, selama hamil tubuh kerja dua kali lipat. “Jangan sampai puasa justru membuat ibu dan janin kekurangan gizi,” tambah dokter cantik yang juga penanggung jawab Klinik Utama Mitra Permata Husada (MPH) Purbalingga ini
Ia nyaranin minum susu khusus ibu hamil dua kali sehari: sahur dan berbuka. “Susu hamil membantu memenuhi kebutuhan nutrisi penting untuk janin,” katanya.
Selain itu, protein wajib jadi bintang utama menu sahur. Bukan cuma buat bayi, tapi juga biar ibu nggak gampang kelaperan.
“Protein membuat rasa kenyang lebih lama dibanding karbohidrat sederhana,” ujarnya. Jadi perut nggak langsung protes jam 9 pagi.
Kalau kebanyakan nasi atau makanan manis saat sahur, lapar datang lebih cepat. Soalnya karbo cepat dicerna tubuh.
Makanya menu sahur ideal itu telur, ayam, ikan, tahu, tempe, atau kacang-kacangan. Kombinasi ini bikin energi stabil sampai sore.
Cairan juga jangan disepelein. Bumil minimal butuh sekitar 2 liter air per hari.
“Minum sekitar delapan gelas air putih per hari dan dibagi antara buka, malam, dan sahur,” jelasnya.
Kurang minum bisa bikin dehidrasi dan itu berisiko buat janin. “Dehidrasi dapat berdampak pada kesehatan ibu dan janin,” katanya.
Saat berbuka, jangan langsung balas dendam. Mulai dari yang ringan dulu kayak buah atau kurma.
Setelah itu baru makan utama dengan gizi lengkap. Tambahin sayur biar pencernaan aman.
“Serat penting untuk mencegah sembelit pada ibu hamil,” tambahnya.
Sebaliknya, makanan super manis lebih baik dikontrol. Gula darah naik cepat, tapi turunnya juga bikin badan drop.
Gorengan dan fast food juga sebaiknya jarang. Bisa bikin mual dan asam lambung naik.
“Makanan berlemak tinggi dapat memicu gangguan pencernaan,” jelasnya lagi.
Yang paling penting, dengerin sinyal tubuh. Kalau pusing berat, lemes, atau gerakan janin berkurang, jangan maksa lanjut puasa.
“Jika merasa tidak kuat atau ada tanda bahaya, sebaiknya segera batalkan puasa,” pungkasnya. (*)


