Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Jumlah Korban Diduga Keracunan MBG di Kudus Jadi 118 Orang
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Jumlah Korban Diduga Keracunan MBG di Kudus Jadi 118 Orang

Niatnya makan siang gratis biar fokus belajar, eh yang terjadi malah antre IGD. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMA Negeri 2 Kudus lagi-lagi jadi sorotan setelah jumlah siswa yang diduga keracunan terus nambah. Dari puluhan, sekarang tembus ratusan.

T. Budianto
Last updated: Januari 30, 2026 3:08 am
By T. Budianto
3 Min Read
Share
AMBULANS SIAGA: Puluhan mobil ambulans disiagakan di halaman SMA 2 Kudus, Jawa Tengah, sebagai bentuk respons cepat Pemkab Kudus bersama unsur TNI/Polri dan organisasi kemasyarakatan, menghadapi dugaan keracunan massal, Kamis (29/1/2026). (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, KUDUS- Jumlah siswa SMA Negeri 2 Kudus yang terdampak dugaan keracunan makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus bertambah. Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus mencatat, hingga Kamis (29/1/2026) malam  total siswa yang harus menjalani perawatan mencapai 118 orang.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Mustiko Wibowo menyebut, para siswa tersebut kini dirawat di tujuh rumah sakit berbeda di wilayah Kudus. Rinciannya, 28 siswa dirawat di RSUD Loekmono Hadi, 22 siswa di RS Mardi Rahayu, 19 siswa di RS Sarkies Aisyiyah, 14 siswa di RSI Kudus, 13 siswa di RS Kumala Siwi, 13 siswa di RS Aisyiyah, dan 9 siswa di RS Kartika.

Baca juga: MBG Berujung Mulas: 70 Siswa SMA 2 Kudus Diduga Keracunan

Sementara itu, Wakil Kepala SMA Negeri 2 Kudus Bidang Kehumasan, Dwiyana mengungkapkan, gelombang keluhan kesehatan sebenarnya sudah muncul sejak Rabu (28/1) malam. Bahkan, yang lebih dulu merasakan “efek samping” bukan siswa, melainkan para guru.

Menu MBG dari SPPG Purwosari diterima sekolah sekitar pukul 11.15 WIB dan dibagikan ke guru serta siswa pukul 11.45 WIB. Tak lama setelahnya, keluhan mulai berdatangan. “Awalnya guru yang mengeluh sakit perut dan diare. Setelah itu, siswa mulai merasakan mual, pusing, perut sakit, sampai diare,” ujar Dwiyana.

Gejala Serupa

Dari total 1.178 siswa dan 98 guru serta tenaga kependidikan, sekitar 600 siswa dilaporkan mengalami gejala serupa. Namun, sebagian besar memilih menjalani perawatan mandiri di rumah, termasuk sejumlah guru.

Menu MBG yang dikonsumsi saat itu berupa soto ayam suwir, tempe, dan tauge. Pihak sekolah sempat memanggil perwakilan SPPG Purwosari untuk meminta klarifikasi soal menu dan kondisi makanan. Pendataan juga dilakukan per kelas, dengan laporan bervariasi, mulai dari 17 hingga 35 siswa sakit di tiap kelas.

Baca juga: Pemprov Bakal Cek MBG di SMA 2 Kudus

“Ketika kami merasa sudah tidak sanggup menangani, kami langsung minta bantuan dokter puskesmas,” kata Dwiyana. Petugas Puskesmas bersama Dinas Kesehatan kemudian datang ke sekolah. Karena kondisi sejumlah siswa terus memburuk, sekolah akhirnya meminta ambulans untuk merujuk para siswa ke rumah sakit.

Programnya bernama Makan Bergizi Gratis, tapi yang gratis justru masuk rumah sakit. Kudus pun belajar satu hal hari ini: sebelum bicara gizi dan kenyang, pastikan dulu makanannya aman. Kalau tidak, yang kenyang cuma ruang rawat inap. (tebe)

You Might Also Like

Gubernur: Stok Elpiji Jateng Lagi “Overload”

KLB Keracunan MBG: Enam Langkah Pemerintah

Badan Berotot Tanpa Nyiksa, Ini Cara Benernya Biar Jadi

Inter Milan Bawa Berkah untuk Lawan di Final Liga Champions, selain PSG Klub Mana Saja?

Semarang Unjuk Jati Diri di MTQ Nasional

TAGGED:headlinekeracunan MBGpemprov jatengsma 2 kudus
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas, Rachmat Pambudy. Menteri Perencanaan Pembangunan Bilang Lebih Penting MBG daripada Lapangan Kerja
Next Article Mahesa Jenar Bertekad Revans

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Industri Kreatif Bisa Jadi “Mesin Kerja” Anak Muda

DARI PERENCANAAN KE AKSI - PLN Icon Plus menyiapkan strategi dengan memperkuat kemampuan tim dalam membaca pasar, memahami kebutuhan pelanggan, hingga mengubah peluang menjadi rencana bisnis.

Dari Insight ke Aksi, PLN Icon Plus Dorong Pertumbuhan Bisnis PV Rooftop lewat PV Academy

Puan Ajak Parlemen Remaja Kenal Politik dari Dekat, Bukan Cuma dari Medsos

Mahasiswa Diminta Tak Cuma Jadi Komentator

Ilustrasi keracunan MBG. (wahyu/grafis)

Nah Lho! Kepala SPPG Karanganyar Muntah-muntah Cicipi Menu MBG untuk Ibu Hamil

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Politik

Nasib PSI Jadi Ujian Pamor dan Kesaktian Politik Jokowi

Agustus 3, 2026
Pendidikan

Parasit Komodo Mulai Terkuak, Ancaman Baru Ikut Terbaca

Juli 12, 2026
Hukum

Modus COD Motor Bekas Berujung Jebakan, Pelaku Tertangkap

April 8, 2026
Bajaj, kendaraan roda tiga yang bisa untuk angkut barang maupun penumpang.
Ekonomi

Bajaj Bikin Angkut Barang Jadi Gampang, Bisa Bikin UMKM Tenang

Desember 17, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Jumlah Korban Diduga Keracunan MBG di Kudus Jadi 118 Orang
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?