Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Minimal 28 Juta Warga Indonesia Gangguan Jiwa, Jangan-jangan yang Duduk di Kursi Kekuasaan Juga?
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Minimal 28 Juta Warga Indonesia Gangguan Jiwa, Jangan-jangan yang Duduk di Kursi Kekuasaan Juga?

R. Izra
Last updated: Januari 22, 2026 6:33 am
By R. Izra
3 Min Read
Share
Ilustrasi gangguan kesehatan mental atau gangguan jiwa.
Ilustrasi gangguan kesehatan mental atau gangguan jiwa.
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Data ini bukan sekadar angka, tapi alarm keras. Sedikitnya 28 juta warga Indonesia mengalami gangguan kesehatan jiwa. Itu artinya, 1 dari 10 orang di negeri ini sedang tidak baik-baik saja secara mental.

Fakta tersebut disampaikan langsung Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, mengacu pada data WHO dalam Rapat Kerja Komisi IX DPR RI, Selasa (20/1/2026).

“Kalau penduduk Indonesia sekitar 280 juta, berarti minimal 28 juta orang punya masalah kesehatan jiwa,” kata Menkes.

Bacaaja: Susi Pudjiastuti Buka-bukaan Soal Mental Maling Pejabat, Publik Riuh
Bacaaja: Posyandu di Surakarta Buka Layanan Mental Buat Anak Muda

Dan perlu digarisbawahi: 28 juta itu angka minimum, bukan maksimal.

Gangguan jiwa bisa nyerang siapa saja, termasuk pejabat negara

Gangguan mental bukan cuma soal masyarakat miskin, pengangguran, atau anak muda yang burnout. Gangguan jiwa bisa menyerang siapa saja, tanpa pandang jabatan, gelar, atau kursi empuk kekuasaan.

Dari depresi, kecemasan, ADHD, autisme, gangguan makan, hingga skizofrenia—semuanya bisa dialami manusia, termasuk mereka yang:

  • bikin kebijakan
  • tanda tangan anggaran
  • dan menentukan nasib jutaan orang

Pertanyaannya: kalau pembuat kebijakan sendiri tidak sehat secara mental, keputusan publiknya sehat atau tidak?

Ironisnya, di tengah angka gangguan jiwa yang segede itu, skrining kesehatan mental orang dewasa di Indonesia bahkan belum menyentuh 1 persen. Untuk anak-anak pun baru sekitar 5 persen.

Artinya, negara baru mengintip lubang kunci, sementara krisisnya sudah di depan mata.

“Lebih baik kita kaget karena ada datanya, daripada tidak pernah skrining dan tidak tahu apa-apa,” ujar Menkes.

Benar. Tapi pertanyaan lanjutannya: kenapa baru sekarang?

Negara rajin ngatur moral, lalai ngurus mental

Selama ini, negara terkesan sibuk:

  • mengatur cara berpakaian
  • mengawasi ekspresi di ruang publik
  • bahkan mengurusi hal-hal privat warga

Namun soal kesehatan mental, yang berdampak langsung pada produktivitas, kekerasan, korupsi, hingga kualitas kepemimpinan, justru terlalu lama diabaikan.

Stigma masih dibiarkan hidup. Gangguan jiwa sering direduksi jadi “kurang iman”, “kurang bersyukur”, atau “cuma lemah mental”.

Padahal faktanya, ini masalah kesehatan serius, bukan aib.

Oleh karena itu, Pemerintah berencana memperkuat layanan kesehatan jiwa di puskesmas, lengkap dengan konseling psikolog dan ketersediaan obat.

Langkah ini penting, tapi publik berhak bertanya:

  • Apakah anggarannya cukup?
  • Tenaga profesionalnya ada atau tidak?
  • Atau ini hanya jargon sehat mental di atas kertas?

Karena kalau tidak serius, 28 juta itu bisa bertambah, bukan berkurang.

Kesehatan mental bukan bonus, tapi syarat negara waras

Kesehatan mental bukan isu pinggiran. Ia menentukan:

  • cara pemimpin mengambil keputusan,
  • cara aparat memperlakukan rakyat,
  • hingga cara negara mengelola krisis.

Jika negara ingin warganya waras, maka negara juga harus waras secara kebijakan.

Dan mungkin, sebelum sibuk mengatur rakyat, yang duduk di lingkar kekuasaan juga perlu ikut skrining.

Karena 28 juta itu angka minimum, maka tidak ada yang kebal dari penyakit gangguan jiwa, termasuk mereka yang berkuasa. (*)

You Might Also Like

Hakim Tolak Keberatan Prabowo Soal Korupsi Lahan Bulog

Polda Jateng Tantang “Jagoan Tawuran”

DPR Gaspol Urus Lingkungan: Dari Sampah Sampai Perdagangan Karbon, Semua Disikat!

Dua Tim Reformasi Polri: Inisiatif atau Resistensi terhadap Presiden?

Sekda Jateng: Kolaborasi Swasta Bikin Pulang Kampung Makin Gampang

TAGGED:budi gunadi sadikingangguan jiwaheadlinekesehatan mentalmenkespuluhan jutawarga indonesia
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Wali Kota Solo Respati Ardi gak kaleng-kalaeng soal ngasih semangat ke atlet gara games dari Kota Bengawan. Respati datang langsung ke Tailan kasih semangat mereka. Respati Datang Langsung ke Tailan, Beri Dukungan Penuh Atlet Solo di ASEAN Para Games
Next Article Mentalitas “Jalur Ordal” Ternyata Bisa Bikin Negara Gagal

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Pelaku Kekerasan Seksual Anak Mayoritas Orang Terdekat

Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Yuliyanto. (dul)

Ekshumasi Jadi Kunci Sibak Misteri Kematian, Makam Sutrimo Dijaga Polisi

Siswa PAUD Diajak Kenal Menabung Sejak Dini

Pemkot Buka Layanan Skrining Kanker Payudara Gratis

TES UKBI--Siswa SMAN 6 Semarang sedang mengikuti Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) yang digelar secara kolektif di aula sekolah, Selasa (11/8/2026). (bae)

SMAN 6 Semarang Jadi Sekolah Pertama Gelar UKBI 2026

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Muhammadiyah Gelar Puluhan Titik Shalat Idulfitri di Semarang, Ini Lokasinya

Maret 19, 2026
Naufal Sebastian, perwakilan tim yang ditunjuk keluarga almarhum Iko untuk berbicara di media. (bae)
Daerah

Misteri Kematian Iko, Sempat Pamit Jemput Teman yang Ditahan Polda Jateng

September 2, 2025
PERIKSA KESEHATAN RUTIN - Pemeriksaan kesehatan harian merupakan implementasi nyata budaya Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) yang terus ditanamkan di lingkungan PLN Icon Plus.
Info

Bangun Budaya Keselamatan, PLN Icon Plus Konsisten Laksanakan Daily Health Checking

Juli 25, 2026
Daerah

Pimpin HNSI Jateng, Bambang Wuragil Angkat Isu Kesejahteraan Nelayan

Juli 27, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Minimal 28 Juta Warga Indonesia Gangguan Jiwa, Jangan-jangan yang Duduk di Kursi Kekuasaan Juga?
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?