BACAAJA, JAKARTA – Badan Legislasi (Baleg) DPR RI lagi sibuk banget nih. Pada Selasa (9/9/2025), mereka ngadain rapat kerja kece bareng Menteri Hukum dan Panitia Perancang Undang-Undang (PPUU) DPD RI di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta. Tujuannya? Evaluasi Program Legislasi Nasional alias Prolegnas buat RUU Prioritas Tahun 2025. Jadi, rapat ini penting banget buat ngecek seberapa oke sih progres pembahasan RUU yang lagi dikerjain.
Ketua Baleg DPR, Bob Hasan, buka rapat dengan semangat. Dia bilang kuorum rapat udah lengkap, jadi acara ini resmi dan terbuka buat umum. “Karena jumlah anggota udah cukup, rapat saya buka dan kita jalankan terbuka untuk publik,” katanya mantap.
Nah, Bob juga kasih update soal Prolegnas 2025. Dari total 42 RUU yang jadi prioritas, DPR nanganin 33 RUU, pemerintah nyiapin 8, dan DPD cuma 1. Dari 33 RUU DPR, udah ada 14 yang sah jadi undang-undang, termasuk 12 RUU kumulatif terbuka. Sisanya ada yang lagi dibahas tahap pertama, ada juga yang masih dalam proses nyusun. Wah, kerja cepat nih!
Selain itu, Bob ngasih info menarik soal usulan RUU baru yang bakal masuk Prolegnas jangka menengah 2025-2029. Contohnya ada RUU tentang kawasan industri, kamar dagang dan industri, transportasi online, patriot bond, sampai pekerja lepas dan pekerja platform Indonesia yang lagi hits banget di dunia digital. Tiga RUU juga siap masuk perubahan kedua Prolegnas 2025, yaitu soal Perampasan Aset, Kamar Dagang Industri, dan Kawasan Industri. Semua inisiatif DPR, ya.
Rapat ini dijadwalkan sampai sore hari dan bisa diperpanjang kalau perlu. Bob bilang, Baleg sangat berharap masukan dari pemerintah dan DPD supaya Prolegnas makin pas dan sesuai kebutuhan hukum masyarakat. Biar hasilnya maksimal dan nggak cuma formalitas aja.
Nah, gak cuma Bob, anggota Baleg DPR dari Fraksi PDI-P, I Nyoman Parta, juga angkat bicara. Dia ngasih perhatian khusus buat beberapa RUU yang harus dipercepat pembahasannya. Contohnya RUU Narkotika dan Psikotropika yang masih carry over alias belum selesai dari periode sebelumnya. Menurut Nyoman, narkoba itu masalah serius yang makin rumit karena cara penyebarannya makin beragam dan susah dikontrol.
Selain itu, dia juga ngomong soal RUU Masyarakat Adat yang udah lama banget belum kelar. Padahal, menurut Nyoman, masyarakat adat itu pahlawan yang merawat alam dan budaya Indonesia. Jadi, pengakuan resmi buat mereka harus segera diwujudkan supaya lebih dihargai.
Yang gak kalah penting adalah RUU Perampasan Aset yang dinilai bisa memenuhi rasa keadilan masyarakat. Nyoman bilang fraksinya dukung penuh supaya pembahasannya dipercepat dan undang-undang yang dihasilkan punya kualitas bagus dan beneran bisa diterapkan.
Rapat kerja ini jelas jadi momentum penting buat ngecek sejauh mana Prolegnas RUU Prioritas Tahun 2025 berjalan dan memastikan semua RUU yang masuk itu memang sesuai dengan kebutuhan hukum masyarakat serta perkembangan zaman.
Jadi, buat kamu yang peduli dengan arah hukum dan regulasi di Indonesia, pantengin terus update soal Prolegnas ini, ya! Karena aturan yang tepat dan progres cepat bakal bikin hidup kita makin teratur dan adil. Keep it real, keep it legal!(*)


