Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Viral Ucapan “Rampok Negara”, Ternyata Begini Profil Wahyudin Moridu Legislator Muda Gorontalo
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Politik

Viral Ucapan “Rampok Negara”, Ternyata Begini Profil Wahyudin Moridu Legislator Muda Gorontalo

Wahyudin bukan sosok asing di dunia politik Gorontalo. Ia adalah putra dari mantan Bupati Boalemo, Darwis Moridu, sekaligus adik dari anggota DPRD Boalemo, Rensi Makuta.

Nugroho P.
Last updated: September 20, 2025 3:59 pm
By Nugroho P.
3 Min Read
Share
Anggota Fraksi PDIP DPRD Provinsi Gorontalo Wahyudin Moridu saat klarifikasi terkait aksi viralnya di sosial media didampingi istri. Atas aksinya yang tidak menghargai rakyat dan negara, Wahyudin kini dipecat PDI-P dan disiapkan PAW. Foto; istimewa.
Anggota Fraksi PDIP DPRD Provinsi Gorontalo Wahyudin Moridu saat klarifikasi terkait aksi viralnya di sosial media didampingi istri. Atas aksinya yang tidak menghargai rakyat dan negara, Wahyudin kini dipecat PDI-P dan disiapkan PAW. Foto; istimewa.
SHARE

BACAAJA, GORONTALO – Nama Wahyudin Moridu tengah jadi perbincangan hangat setelah videonya viral di media sosial. Dalam video itu, anggota DPRD Provinsi Gorontalo tersebut kedapatan mengucapkan kalimat kontroversial: ingin “merampok uang negara.”

Contents
Kekayaan yang FluktuatifPDIP Ambil Sikap TegasPermintaan Maaf WahyudinSiap Terima Konsekuensi

Ucapan itu langsung memicu gelombang reaksi publik. Banyak yang mempertanyakan sikap seorang wakil rakyat yang seharusnya menjaga marwah lembaga legislatif.

Wahyudin bukan sosok asing di dunia politik Gorontalo. Ia adalah putra dari mantan Bupati Boalemo, Darwis Moridu, sekaligus adik dari anggota DPRD Boalemo, Rensi Makuta.

Saat lolos Pileg 2024, Wahyudin baru berusia 29 tahun. Usianya yang terbilang muda sempat membuatnya digadang sebagai wajah baru politik Gorontalo dengan semangat generasi milenial.

Sebelum duduk di DPRD Provinsi, ia pernah menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Boalemo periode 2019–2024. Artinya, dunia politik bukan hal baru baginya.

Kekayaan yang Fluktuatif

Catatan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) menunjukkan kondisi finansial Wahyudin sempat naik turun. Pada 2018, ia melaporkan harta senilai Rp635 juta.

Namun, data tahun 2022 memperlihatkan kondisi berbanding terbalik. Saat itu, ia justru melaporkan harta minus Rp415 juta. Bahkan pada 2024, kekayaannya tercatat minus Rp2 juta.

Meski begitu, ia tetap berhasil melenggang ke kursi DPRD Provinsi Gorontalo pada Pemilu terakhir.

PDIP Ambil Sikap Tegas

Sebagai kader PDIP, manuver kontroversial Wahyudin tentu berdampak besar. DPP PDI Perjuangan langsung mengumumkan pemecatan terhadapnya.

Ketua DPP PDIP Bidang Kehormatan, Komarudin Watubun, menegaskan langkah tersebut diambil demi menjaga nama baik partai.

“Hari ini DPP mengeluarkan surat pemecatan, dan dalam waktu dekat akan segera dilakukan pergantian antar waktu,” ujarnya, Sabtu (20/9/2025).

Ia juga mengingatkan seluruh kader partai di seluruh Indonesia agar tetap menjaga etika dan disiplin, tanpa terkecuali.

Permintaan Maaf Wahyudin

Menyadari hebohnya reaksi publik, Wahyudin kemudian menyampaikan permintaan maaf lewat akun Instagram pribadinya.

“Dengan ini atas nama pribadi dan keluarga saya memohon maaf atas video yang viral beberapa waktu lalu. Semua ini murni kesalahan saya,” tulisnya.

Ia menegaskan tidak ada niat untuk melecehkan atau menyinggung masyarakat Gorontalo. Menurutnya, perkataan itu hanya bentuk kealpaan pribadi.

Siap Terima Konsekuensi

Lebih lanjut, Wahyudin menyatakan kesiapannya menerima sanksi apapun. Baik dari partai maupun dari publik.

“Apapun konsekuensi dari kejadian ini saya siap menerimanya dengan lapang dada,” tulisnya.

Wahyudin juga menyebut dirinya dan keluarga siap menanggung dampak dari ucapannya yang terlanjur viral tersebut.

Meski begitu, kasus ini menjadi pengingat penting bahwa seorang pejabat publik harus berhati-hati dalam berucap. Sekali salah langkah, kepercayaan publik bisa runtuh seketika.

Bagi Wahyudin, perjalanan politiknya yang semula digadang-gadang sebagai representasi generasi muda, kini justru diwarnai kontroversi besar.

Masyarakat kini menanti, apakah pernyataannya hanya akan menjadi catatan hitam singkat atau benar-benar mengakhiri karier politiknya. (*)

You Might Also Like

Tiga Opsi Sudewo: Mundur Santuy, Dimakzulkan DPRD, atau Ending di Tangan KPK?

ASN Pati Dimutasi Aneh-aneh, Pansus Hak Angket Bongkar Kebijakan Bupati Sudewo

Massa Demo Pati Bakar Mobil Polisi di Depan Rumah Dinas Kapolres

Rupiah Lagi Goyang, Omongan Desa Tanpa Dollar Malah Ramai

AHY Tegaskan: Ponpes Tanpa Izin Bangunan Bakal Ditindak, Ini Alasannya

TAGGED:PDI Perjuanganprofil wahyudin moridurampok negaraWahyudin Moridu
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article SMAN 1 Purwareja Klampok ‘Menyala’, Borong 1,5 Ton Sampah di World Clean Up Day 2025
Next Article Rekomendasi Tempat Makan Enak di Badung Bali 2025, Murah dan Bikin Nagih

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Gubes UGM: Kuliah Gratis Jangan Cuma PTN

Blue Fire Papandayan Bukan Sekadar Api Biru, Ini Penjelasan Badan Geologi

Bung Sis Pimpin PA GMNI Demak, Siapkan Konsolidasi Alumni hingga Aksi Nyata

Sekda Banyumas Tegaskan Tak Ajukan Pengunduran Diri, Begini Penjelasannya

Pilkades Purbalingga Siapkan Anggaran Pengamanan Rp1,3 Miliar

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Politik

Soal Sahroni-Uya Kuya, Puan Pastikan Tindak Lanjuti Putusan MKD

November 7, 2025
Daerah

Kapolri Kirim Bantuan, Dukuh Situkung Sedikit Lega

November 21, 2025
Daerah

Wali Kota Tinjau Banjir Genuk, Pompa Jalan, Perut Aman

Oktober 23, 2025
Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni mengaku bahwa tunjangan rumah Rp50 juta per bulan bagi anggota DPR RI lebih efisien. Foto: dok.humas
NasionalPolitik

Tunjangan Rumah DPR Rp50 Juta: Katanya Efisien, Nyatanya Rakyat Masih Ngekos di Hati Sendiri

Agustus 20, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Viral Ucapan “Rampok Negara”, Ternyata Begini Profil Wahyudin Moridu Legislator Muda Gorontalo
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?