BACAAJA, SEMARANG – Banyak perempuan kadang ngerasa “kosong” pas lagi haid. Nggak bisa sholat, nggak bisa baca Al-Qur’an seperti biasa. Rasanya kayak lagi jeda dari rutinitas ibadah. Padahal, dalam Islam, jeda itu bukan berarti pahala ikut berhenti.
Dalam satu ceramah yang diunggah kanal YouTube @pelajaridofficial, Adi Hidayat atau yang akrab disapa UAH, ngasih penjelasan yang bikin hati adem. Ia bilang, perempuan yang terbiasa rajin ibadah saat suci, tetap dapat aliran pahala meski sedang haid.
“Biasanya baca Qur’an, puasa, sholat sunnah. Begitu datang haid, nggak baca, nggak sholat. Tapi pahalanya tetap diberikan sempurna, tanpa dikurangi,” jelasnya.
Artinya? Konsistensi itu dihargai. Kebiasaan baik yang sudah dibangun nggak langsung hangus cuma karena kondisi biologis.
Kuncinya: Biasakan Amal Saat Suci
UAH ngingetin, masa suci itu momen emas. Perbanyak amal, maksimalkan ibadah, rajin ngaji, tambah sholat sunnah. Jadi ketika haid datang, “rekam jejak” kebaikan itu tetap tercatat.
Ini bukan soal hitung-hitungan angka pahala, tapi tentang kesungguhan hati. Allah Maha Tahu siapa yang niatnya lurus dan siapa yang cuma ikut-ikutan.
Soal Baca Qur’an Saat Haid, Gimana?
Mayoritas ulama memang berpendapat perempuan haid tidak membaca Al-Qur’an langsung dari mushaf, berdasarkan sejumlah hadis. Tapi ada juga pendapat lain yang membolehkan dalam bentuk dzikir, doa, atau membaca tanpa menyentuh mushaf secara langsung.
Perbedaan itu ada, dan jadi ruang ijtihad para ulama. Jadi penting juga buat belajar dan tanya ke guru yang dipercaya.
Yang jelas, haid bukan berarti stop total dari ibadah.
Masih Banyak Pintu Pahala
Lagi haid? Masih bisa dzikir. Bisa doa. Bisa sedekah. Bisa istighfar. Bahkan memperbaiki hubungan sama keluarga pun bisa jadi ladang pahala.
UAH menegaskan, perempuan nggak perlu ngerasa “kurang” cuma karena lagi haid. Justru ini bagian dari fitrah yang Allah kasih, dan di situ juga ada nilai ibadahnya.
“Ketika masa haid tiba, pahala tetap mengalir bagi yang sudah membiasakan amal saleh di masa sucinya. Allah Maha Adil,” ujarnya.
Islam Nggak Pernah Beratkan
Pesannya simpel tapi dalam: Islam itu nggak bikin ribet. Setiap keadaan ada hikmahnya. Bahkan di fase yang kelihatannya “nggak produktif” secara ibadah, tetap ada ruang buat dekat sama Allah.
Jadi buat para perempuan, nggak usah overthinking. Haid bukan penghalang buat dapat pahala. Yang penting jaga niat, jaga kebiasaan baik, dan tetap istiqamah.
Karena di mata Allah, bukan cuma gerakan yang dinilai. Tapi juga hati yang konsisten pengin taat. (*)


