Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Semarang Inklusif, Agustina Wilujeng: Komitmen Kota Merangkul Warga
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Unik

Semarang Inklusif, Agustina Wilujeng: Komitmen Kota Merangkul Warga

Agustina Wilujeng-Iswar Aminuddin berkomitmen merangkul semua lapisan warga dalam pembangunan kota melalui progra 'Semarang Inklusif'.

R. Izra
Last updated: Juni 17, 2025 12:24 pm
By R. Izra
3 Min Read
Share
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng bersama disabilitas di Kota Semarang.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng bersama disabilitas di Kota Semarang.
SHARE

NARAKITA, SEMARANG – Wali Kota Semarang dan Wakil Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti (AWP)-Iswar Aminuddin, berkomitmen membangun kota yang adil dan ramah bagi semua kalangan.

Komitmen keduanya diwujudkan dengan menghadirkan Program Semarang Inklusif.

Program ini bertujuan untuk memastikan tidak ada satu pun warga yang tertinggal dari pembangunan kota.

Program Semarang Inklusif adalah satu dari lima prioritas 100 Hari Kerja, bersama dengan Semarang Bersih, Pendidikan Berkeadilan, Infrastruktur Terawat, dan Semarang Sehat.

Namun program ini bukan hanya rencana jangka pendek—program ini merupakan bagian dari visi pembangunan jangka panjang Kota Semarang.

“Membicarakan program Rumah Inklusi ini sangat asyik, karena kita sedang menyiapkan sesuatu yang lebih dari sekadar tempat pelayanan—kita ingin menjadikannya sebagai Rumah Inspirasi.”

“Jika kita berhasil membangunnya dengan baik, maka ini akan menjadi sistem pengelolaan dan perawatan disabilitas yang terintegrasi pertama di Indonesia,” ungkap Agustina, kemarin.

Menurutnya, ada seni dalam mengkoordinasikan berbagai pihak meliputi pemerintah, masyarakat, penyandang disabilitas, relawan, dan stakeholder lainnya.

Langkah awal dari program ini dimulai dengan pembangunan Rumah Inspirasi di lima kecamatan, yaitu Mijen, Tembalang, Semarang Barat, Semarang Tengah, dan Genuk. Rumah ini dirancang sebagai pusat layanan yang ramah disabilitas dan kelompok rentan lainnya.

Di dalamnya akan tersedia sembilan layanan dasar, seperti pendidikan, kesehatan, sosial, ketenagakerjaan, dukungan UMKM, mental health, pertanian, permukiman, hingga akses terhadap bantuan lain sesuai kebutuhan.

Proses pendataan penyandang disabilitas sedang dilakukan secara menyeluruh dengan sistem by name by address, agar setiap warga yang membutuhkan mendapatkan layanan yang tepat sasaran.

Tidak hanya itu, Pemkot juga melibatkan berbagai unsur masyarakat dalam proses ini, seperti petugas kecamatan, Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), relawan, penyandang disabilitas sendiri, dan para pemangku kepentingan.

Rumah Inspirasi juga menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah dan komunitas dalam membangun ekosistem layanan yang inklusif, menjawab kebutuhan nyata masyarakat.

Semarang Inklusif dengan Rumah Inspirasinya bukan sekadar program sosial, melainkan bagian dari perwujudan visi besar kota menuju masyarakat berkeadilan sosial, lestari, dan inklusif. Program ini menjadi pondasi awal untuk pembangunan lima tahun ke depan.

“Kita tidak hanya bicara soal bangunan fisik, tetapi tentang membangun sistem perlindungan dan pemberdayaan yang kuat dan berkelanjutan.”

“Karena itu, kita juga sedang siapkan apa yang kami sebut sebagai Protect System untuk menjawab kebutuhan ril kawan-kawan disabilitas,” terang Agustina.

Untuk mendukung terciptanya ruang yang setara bagi semua, Pemkot Semarang juga telah membebaskan 523 ruang publik di seluruh kecamatan dari tarif retribusi.

Artinya, masyarakat kini bisa menggunakan berbagai fasilitas milik kota secara gratis untuk kegiatan non-komersial, termasuk di antaranya aula pertemuan di rumah susun, lapangan futsal, taman-taman kota, hingga halaman Balaikota.

Pembebasan ini memberikan ruang partisipasi yang lebih besar bagi komunitas, organisasi sosial, dan warga umum dalam menghidupkan kegiatan sosial, budaya, dan edukatif tanpa beban biaya. (*)

You Might Also Like

Deddy Corbuzier dan Sabrina Chairunnisa Pisahan! Aduh Pak Letkol

Bagaimana Hukum Menyimpan Daging Kurban Setelah Hari Tasyrik?

Prabowo Geram, Polisi yang Bikin Ojol Tewas Siap-Siap Ditindak Tegas

Prabowo Bongkar Ancaman Terhadap Penegak Hukum

CJTEC, “Rumah” UMKM Jateng Menuju Pasar Dunia

TAGGED:agustina wilujengiswar aminuddinkota merangkul wargasemarang inklusif
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Jarang Diketahui, Ini Ritual Unik Gus Dur Belajar Kitab dan Strategi di Ponpes Tambak Beras
Next Article Petugas Damkar Kena Prank, Laporan Masuk Ada Ular Eh… Disuruh Tagih Utang Pinjol

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Anak Muda Ogah Jadi Petani? Ketua DPRD Jateng Bongkar Penyebabnya

Agustina: Bullying Bukan Kenakalan Biasa, Pelaku Harus Diproses

Heboh di Banjarnegara, Pengasuh Ponpes Diduga Lakukan Pencabulan Kepada 4 Santriwati

KOORDINASI--Sudewo Bupati Pati nonaktif, berkoordinasi dengan penasihat hukumnya di ruang sidang, Senin (29/6/2026). (bae)

Kubu Sudewo Salahkan Pengawal KPK: Kericuhan Dipicu Ulah Petugas

FPP Undip dan Pertamina Bikin KKN Naik Kelas di Pedurungan

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Kasie Tindak Pidana Umum Kajari Kota Semarang Sarwanto saat memberikan keterangan pers terkait dugaan layanan prostitusi terselubung di Mansion Karaoke Semarang. Foto: Bae
Unik

Waoo!! Ada Layanan Prostitusi Toilet di Mansion Karaoke Semarang

Juni 27, 2025
Unik

Mark Zuckerberg Digugat Mark Zuckerberg, Drama Super Kocak di Amerika

September 21, 2025
Tips

Jumat Buat Muslimah, Amalan Ringan Tapi Pahalanya Nggak Main-main

April 2, 2026
Info

PBI Nonaktif, Pemkot: Santai, Warga Tetap Bisa Berobat

Februari 8, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Semarang Inklusif, Agustina Wilujeng: Komitmen Kota Merangkul Warga
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?