BACAAJA, CILACAP – Jagat media sosial kembali ramai setelah muncul video yang memperlihatkan sosok menyerupai pocong berjalan di kawasan permukiman warga di Kabupaten Cilacap. Yang bikin suasana makin mencekam, sosok itu terlihat membawa senjata tajam sambil mendatangi rumah-rumah warga pada malam hari.
Video berdurasi singkat itu langsung menyebar cepat di berbagai platform media sosial dan grup percakapan warga. Banyak orang mengaku kaget karena penampakan tersebut muncul bukan di tempat sepi, melainkan di lingkungan permukiman yang masih ramai aktivitas warga.
Dalam rekaman yang beredar, sosok berpakaian putih mirip pocong terlihat berjalan perlahan sambil membawa benda menyerupai senjata tajam. Beberapa warga yang merekam kejadian itu terdengar panik dan memilih menjaga jarak karena takut situasi berubah berbahaya.
Belum diketahui pasti kapan video itu direkam, namun kemunculannya langsung bikin heboh masyarakat Cilacap. Banyak warga mulai membicarakan kejadian tersebut di media sosial hingga pos ronda kampung karena dianggap meresahkan dan bisa mengganggu keamanan lingkungan.
Sebagian warga menduga sosok itu hanya ulah orang iseng yang sengaja membuat konten demi viral di internet. Namun ada juga yang khawatir aksi tersebut bisa memicu tindak kriminal atau menakuti masyarakat, terutama anak-anak dan warga lanjut usia.
Ramainya video itu akhirnya mendapat perhatian dari Polresta Cilacap. Polisi langsung mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya begitu saja terhadap informasi yang belum jelas kebenarannya, apalagi jika hanya berasal dari potongan video yang beredar di media sosial.
Kasi Humas Polresta Cilacap, Ipda Galih Secahyo, meminta masyarakat lebih bijak saat menerima maupun membagikan informasi. Menurutnya, warga perlu melakukan pengecekan ulang atau cross check agar tidak terjebak kabar palsu yang justru memicu kepanikan.
Galih menjelaskan bahwa tidak semua video viral mencerminkan kejadian sebenarnya. Kadang ada informasi yang dipotong, dilebih-lebihkan, bahkan sengaja dibuat untuk mencari perhatian di media sosial tanpa memikirkan dampaknya terhadap masyarakat.
Karena itu, polisi meminta warga tidak langsung terpancing emosi atau menyimpulkan sesuatu hanya dari video singkat yang beredar. Apalagi jika informasi tersebut belum diketahui lokasi pasti, waktu kejadian, maupun identitas orang yang ada di dalam rekaman.
Selain soal hoaks, polisi juga mengingatkan warga agar lebih mengutamakan keselamatan diri. Jika menemukan orang mencurigakan yang membawa senjata tajam, masyarakat diminta tidak bertindak nekat ataupun mencoba menghadapi sendiri.
Warga disarankan segera menjauh ke tempat aman lalu melapor kepada aparat kepolisian atau perangkat lingkungan setempat. Langkah itu dianggap lebih aman dibanding melakukan pengejaran yang justru bisa membahayakan diri sendiri maupun orang lain.
Imbauan tersebut muncul karena polisi tidak ingin warga terpancing melakukan aksi main hakim sendiri. Dalam kondisi panik, situasi di lapangan bisa berubah kacau dan berpotensi memunculkan korban jika tidak ditangani dengan benar.
Di sisi lain, kemunculan video pocong bersenjata itu juga memunculkan suasana tegang di beberapa lingkungan warga. Ada yang mulai membatasi aktivitas malam, sementara sebagian warga memilih mempercepat jam tutup warung karena khawatir situasi tidak aman.
Obrolan soal pocong membawa senjata tajam bahkan sempat jadi pembahasan utama di sejumlah grup WhatsApp warga. Banyak yang saling mengingatkan keluarga agar tidak keluar malam sendirian sebelum situasi benar-benar dipastikan aman.
Untuk menjaga keamanan lingkungan tetap kondusif, Polresta Cilacap juga mengajak masyarakat kembali mengaktifkan ronda malam atau siskamling. Polisi menilai keberadaan ronda cukup efektif untuk mendeteksi lebih awal potensi gangguan keamanan di lingkungan warga.
Menurut Galih, keterlibatan masyarakat dalam ronda malam bisa membantu aparat menjaga situasi tetap aman. Selain memperkuat pengawasan lingkungan, ronda juga dinilai bisa mempererat komunikasi antarwarga saat menghadapi situasi yang membuat resah.
Belakangan, kegiatan ronda malam di beberapa wilayah memang mulai jarang dilakukan. Padahal keberadaan pos ronda dulu sering menjadi tempat warga saling bertukar informasi sekaligus menjaga keamanan kampung secara bersama-sama.
Ajakan menghidupkan lagi siskamling mendapat respons dari sejumlah warga. Beberapa lingkungan disebut mulai menyusun jadwal ronda malam setelah video pocong bersenjata itu ramai diperbincangkan di media sosial.
Polisi memastikan patroli wilayah juga terus ditingkatkan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat. Pemantauan dilakukan di sejumlah titik yang dianggap rawan sekaligus untuk memastikan situasi tetap terkendali.
Selain patroli rutin, warga juga diminta segera melapor jika menemukan kejadian mencurigakan melalui layanan call center 110 yang aktif selama 24 jam. Polisi berharap masyarakat tidak hanya ramai membagikan video viral, tetapi juga aktif melapor jika benar-benar menemukan potensi gangguan keamanan.
Hingga kini, video sosok menyerupai pocong membawa senjata tajam itu masih ramai diperbincangkan warga. Meski belum diketahui pasti siapa pelakunya, kejadian tersebut sukses bikin suasana malam di sejumlah wilayah Cilacap mendadak terasa lebih sunyi dan bikin banyak orang memilih cepat masuk rumah. (*)

