Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Doa Nabi yang Pernah Ditelan Paus Ternyata Sanggat Menggetarkan Hati
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Pendidikan

Doa Nabi yang Pernah Ditelan Paus Ternyata Sanggat Menggetarkan Hati

Maka, doa Nabi Yunus yang pernah ditelan paus tetap menggetarkan hingga kini. Ia adalah pengingat bahwa tidak ada kegelapan yang lebih kuat daripada cahaya doa, dan tidak ada kesalahan yang lebih besar daripada ampunan Allah.

Nugroho P.
Last updated: September 12, 2025 7:23 pm
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
Ilustrasi Kisah Nabi Yunus AS.
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Ada satu doa pendek yang sering disebut sebagai zikir paling dahsyat saat hati benar-benar terhimpit. Doa itu lahir bukan dari ruang biasa, melainkan dari tempat yang tak pernah kita bayangkan: perut seekor paus raksasa. Doa Nabi Yunus AS.

Kisah ini diabadikan dalam Al-Qur’an, dan hingga sekarang masih membuat bulu kuduk merinding setiap kali kita merenungkannya. Bagaimana mungkin seorang manusia bisa selamat setelah ditelan paus? Jawabannya ada pada doa yang penuh penyesalan, penuh ketundukan, dan penuh pengakuan atas kelemahan diri.

Saat itu, Nabi Yunus diutus untuk berdakwah kepada penduduk Ninawa. Namun, kaumnya keras kepala, menolak ajaran tauhid, dan terus mengejeknya. Merasa lelah, ia meninggalkan mereka tanpa menunggu izin dari Allah. Inilah awal perjalanan penuh ujian yang Allah siapkan.

Perahu yang ia naiki diterjang badai. Untuk menyelamatkan kapal, penumpang mengundi siapa yang harus dilempar ke laut. Nama Yunus muncul. Ia pasrah, lalu dilemparkan. Dan di situlah, seekor paus besar menelannya hidup-hidup.

Bayangkan suasana itu. Gelap gulita, sempit, tanpa udara bebas, tanpa cahaya sedikit pun. Di situlah Nabi Yunus tersadar. Ia tak bisa lari. Ia tak bisa mengandalkan siapa pun. Ia hanya punya Allah.

Di dalam perut paus, beliau pun berdoa:

لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

Laa ilaaha illaa anta subhaanaka innii kuntu minazh-zhaalimiin.

“Tiada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau, sungguh aku termasuk orang-orang yang zalim.” (QS. Al-Anbiya: 87).

Doa ini sederhana, tapi isinya luar biasa. Ia menggabungkan tiga hal: pengakuan bahwa hanya Allah satu-satunya Tuhan, pengagungan atas kesucian Allah, dan pengakuan jujur atas kesalahan diri.

Ulama menafsirkan doa ini sebagai zikir mustajab, doa yang Allah cintai. Rasulullah SAW sendiri pernah bersabda bahwa siapa pun yang berdoa dengan doa Nabi Yunus, maka Allah akan mengabulkannya.

Dan benar, Allah mengampuni Yunus. Paus itu pun memuntahkannya ke daratan. Tubuhnya lemah, kulitnya rusak, tapi Allah menumbuhkan pohon labu untuk meneduhkan dan menyembuhkannya. Setelah pulih, ia kembali berdakwah. Kali ini, kaumnya beriman dan Allah menyelamatkan mereka dari azab.

Doa Nabi Yunus bukan hanya kisah masa lalu. Ia relevan untuk kita sekarang. Saat terjebak dalam masalah, saat merasa gelap tanpa jalan keluar, doa ini menjadi cahaya. Bukan sekadar kata-kata, tapi sebuah pengakuan bahwa kita tidak bisa apa-apa tanpa Allah.

Para ulama menyebut, membaca doa ini di saat sulit bisa mendatangkan pertolongan Allah. Sebab inti dari doa ini adalah kejujuran hati: mengakui salah, kembali kepada-Nya, dan percaya hanya Allah yang bisa menolong.

Kisah Yunus juga mengajarkan kesabaran. Ia terburu-buru pergi, lalu Allah memberinya pelajaran. Dari situ, kita belajar bahwa waktu terbaik adalah waktu yang Allah tentukan, bukan waktu yang kita inginkan.

Nabi Yunus menunjukkan bahwa bahkan dalam “kegelapan tiga lapis” — gelapnya malam, gelapnya laut, dan gelapnya perut paus — doa tetap bisa menembus langit.

Kisah ini bukan sekadar sejarah. Ini adalah pesan bahwa seberapa pun kita merasa terjebak, masih ada jalan pulang. Dengan doa, dengan taubat, dan dengan kembali percaya penuh kepada Allah.

Maka, doa Nabi Yunus yang pernah ditelan paus tetap menggetarkan hingga kini. Ia adalah pengingat bahwa tidak ada kegelapan yang lebih kuat daripada cahaya doa, dan tidak ada kesalahan yang lebih besar daripada ampunan Allah. (*)

You Might Also Like

Puan Minta Penjelasan Menbud soal Hari Kebudayaan Nasional: Jangan Eksklusif, Harus Milik Semua

Parasit Komodo Mulai Terkuak, Ancaman Baru Ikut Terbaca

Wisuda Mewah SMP di Purwokerto Bikin Wali Murid Meradang, Dinas Pendidikan Reaksinya Begini

SCU Luncurkan SPIL Research Center: Model Ristek dan Pembelajaran Berbasis Industri

Sekolah Rakyat: Solusi Pendidikan Gratis untuk Anak Muda dari Keluarga Miskin Minimalisir Angka Putus Sekolah

TAGGED:agamaditelan ikan pausikan pausislamnabi yang ditelan ikan pausNabi Yunus AS
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article 6 Minuman yang Bikin Ginjal Tetap Sehat, Nggak Bikin Nyesel
Next Article Ngopi Cantik Bareng Dekranasda, Wali Kota Semarang Janji Jadi Brand Ambassador Produk Lokal

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

PROYEK PERBAIKAN JALAN - Pekerja sedang melakukan perbaikan jalan di Jalan Majapahit, Kota Semarang, Selasa (11/8/2026). (dul)

Sisi Lain Pengecoran Jalan Majapahit Semarang, Bikin Omset PKL Menguap 30 Persen

Pelaku Kekerasan Seksual Anak Mayoritas Orang Terdekat

Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Yuliyanto. (dul)

Ekshumasi Jadi Kunci Sibak Misteri Kematian, Makam Sutrimo Dijaga Polisi

Siswa PAUD Diajak Kenal Menabung Sejak Dini

Pemkot Buka Layanan Skrining Kanker Payudara Gratis

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Anggota Komisi X DPR RI Ferdiyansah menyoroti predikat WTP Kementerian Pendidikan di tengah skandal korupsi Croombook kementerian. Foto: dok/ist
Pendidikan

Ironi: Kementerian Pendidikan Dapat Predikat WTP di Tengah Kasus Korupsi

Juli 19, 2025
Pendidikan

Mau Sekolah Gratis Berasrama? SMK Boarding Jateng Buka Pendaftaran

Maret 14, 2026
Rektor Undip Prof. Suharnomo dan Mr. Bang Hyun Sig mewakili PT Chung Giwa Indonesia menandatangani MoU, Senin (20/4/2026). (dok Undip)
Pendidikan

Undip Gandeng PT Chung Giwa Indonesia, Dorong Mahasiswa go Global

April 21, 2026
Pendidikan

Sekolah Rakyat, Cara Jateng Lawan Kemiskinan

Oktober 29, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Doa Nabi yang Pernah Ditelan Paus Ternyata Sanggat Menggetarkan Hati
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?